Jatim.Rasionews.com|Banyuwangi – Gelombang keresahan publik mulai terlihat nyata. Sejumlah spanduk bertuliskan tuntutan keras “Turunkan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi” mendadak bermunculan dan menyebar di berbagai titik strategis.
Spanduk-spanduk tersebut terpasang terang-terangan di ruang publik, salah satu contoh terpasang di lokasi depan SPBU kantor PLN Banyuwangi ,seolah menjadi simbol perlawanan terbuka terhadap kepemimpinan daerah. Tidak lagi sekadar bisik-bisik, kini suara ketidakpuasan itu tampil vulgar di depan mata masyarakat. Rabu 29/04/2026
Situasi ini memantik pertanyaan besar: ada apa sebenarnya di balik memuncaknya desakan tersebut? Apakah ini murni aspirasi rakyat yang sudah mencapai titik jenuh, atau justru ada kepentingan tertentu yang sengaja dimainkan?
Jika dibiarkan, fenomena ini berpotensi menjadi bara yang membesar. Pemerintah daerah tidak bisa lagi bersikap pasif. Transparansi, klarifikasi, dan langkah nyata menjadi kebutuhan mendesak untuk meredam gejolak yang mulai terasa.
Di sisi lain, aparat penegak hukum juga dituntut bergerak cepat mengusut pihak di balik penyebaran spanduk ini. Jangan sampai Banyuwangi yang selama ini dikenal kondusif justru terseret dalam pusaran konflik kepentingan.
- Advertisement -
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah daerah. Diamnya penguasa justru berisiko menambah spekulasi liar di tengah masyarakat.
Kin




