Prestasi WTP ke-8 Perkuat Komitmen Lumajang Wujudkan Pemerintahan Berkualitas
Jatim Rasionews.com Lumajang | Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali mencatatkan capaian positif dalam tata kelola keuangan daerah dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.
Penghargaan tersebut menjadi raihan kedelapan secara berturut-turut yang berhasil dipertahankan Kabupaten Lumajang. Capaian itu sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
Opini WTP diserahkan dalam agenda penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) LKPD Tahun Anggaran 2025 yang berlangsung di Kantor BPK Perwakilan Jawa Timur, Sidoarjo, Jumat (29/5/2026). Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, bersama Ketua DPRD Kabupaten Lumajang.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyampaikan rasa syukur atas capaian yang kembali diraih oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang. Menurutnya, opini WTP menjadi bukti bahwa pengelolaan keuangan daerah telah dilaksanakan sesuai standar akuntansi pemerintahan dan peraturan yang berlaku.
“Hari ini saya bersama Ketua DPRD menerima LHP LKPD Tahun Anggaran 2025 dari BPK RI. Alhamdulillah, hasilnya adalah Wajar Tanpa Pengecualian,” ungkapnya.
- Advertisement -
Bupati menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi seluruh perangkat daerah, dukungan DPRD, serta kontribusi berbagai pihak yang selama ini turut mengawal jalannya pemerintahan.
Meski berhasil mempertahankan opini WTP selama delapan tahun berturut-turut, ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukanlah akhir dari upaya perbaikan tata kelola pemerintahan. Sebaliknya, prestasi tersebut harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.
“Kami ingin agar tata kelola keuangan dan pemerintahan tidak hanya baik secara administrasi, tetapi juga mampu mendukung pelayanan publik yang semakin efektif dan pembangunan yang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
- Advertisement -
Hal senada disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono. Ia mengatakan bahwa keberhasilan mempertahankan opini WTP selama delapan tahun berturut-turut mencerminkan komitmen kuat seluruh perangkat daerah dalam menerapkan budaya kerja yang profesional, akuntabel, dan bertanggung jawab.
Menurut Agus, capaian tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat kualitas penyelenggaraan pemerintahan sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pembangunan.
“Delapan kali berturut-turut meraih opini WTP tentu menjadi capaian yang patut disyukuri. Namun yang lebih penting adalah bagaimana kualitas tata kelola keuangan yang baik tersebut mampu mendukung pelayanan publik yang semakin berkualitas dan pembangunan yang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan BPK merupakan bagian dari proses evaluasi yang sangat penting untuk memperkuat kualitas perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, serta pengawasan program pembangunan daerah.
Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa opini WTP bukan sekadar prestasi administratif, melainkan instrumen untuk mendorong peningkatan kinerja seluruh perangkat daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Opini WTP bukan sekadar capaian administrasi, tetapi menjadi fondasi untuk terus memperkuat akuntabilitas pemerintahan dan meningkatkan kualitas kinerja perangkat daerah dalam melayani masyarakat,” tambahnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Lumajang berkomitmen menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang diberikan BPK sebagai bagian dari upaya penyempurnaan tata kelola pemerintahan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung pembangunan yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Dengan raihan WTP kedelapan secara beruntun tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang optimistis dapat terus memperkuat kepercayaan
(Kib)




