Masuk
Jatim Rasio NewsJatim Rasio NewsJatim Rasio News
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Lebih
    • Yudikatif
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Reading: Korban Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat Bertambah, Tetangga Ikut Dirugikan, Ariadi Dikabarkan Pindah-pindah Tempat
Share
Jatim Rasio NewsJatim Rasio News
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Yudikatif
  • TNI – Polri
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
Search
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Lebih
    • Yudikatif
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Sudah punya akun? Masuk
Follow US
- Advertisement -
- Advertisement -
Jatim Rasio News > Berita > Nasional > Korban Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat Bertambah, Tetangga Ikut Dirugikan, Ariadi Dikabarkan Pindah-pindah Tempat
Nasional

Korban Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat Bertambah, Tetangga Ikut Dirugikan, Ariadi Dikabarkan Pindah-pindah Tempat

Terakhir diperbarui: 7 November 2026 16:25
Reporter Jatim Rasionews Diposting 7 November 2026
Share
IMG 20261107 WA0202
SHARE

 

 

Jatim.Rasionews.com|SURABAYA, – Persoalan dugaan penipuan dan penggelapan dalam pengurusan sertifikat tanah yang menyeret nama Ariadi semakin menjadi perhatian. Jumlah orang yang mengaku menjadi korban disebut terus bertambah. Bahkan, informasi terbaru menyebut salah seorang tetangga Ariadi di kawasan Kapas Lor Wetan juga mengaku menjadi korban. Sabtu 7/11/2026

Para korban mengaku telah menyerahkan sejumlah uang dan dokumen untuk keperluan pengurusan sertifikat tanah. Namun, hingga kini mereka belum mendapatkan kepastian mengenai penyelesaian proses tersebut.

Berdasarkan keterangan sejumlah korban yang dihimpun, kerugian yang telah teridentifikasi di antaranya dialami LS sebesar Rp95 juta, MJN sebesar Rp78 juta, dan AK sebesar Rp3 juta. Dengan demikian, total kerugian dari tiga korban tersebut mencapai Rp176 juta.

Angka tersebut diduga belum mencakup keseluruhan kerugian. Informasi lain menyebut terdapat pihak tambahan yang mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Bertambahnya orang yang mengaku dirugikan membuat persoalan ini semakin membutuhkan penjelasan dari Ariadi.

Dijanjikan Rampung dalam Waktu 3–12 Bulan

Menurut keterangan para korban, Ariadi sebelumnya menjanjikan proses pengurusan surat maupun sertifikat tanah dapat diselesaikan dalam jangka waktu tiga hingga 12 bulan.

Namun, setelah melewati waktu yang dijanjikan, sejumlah korban mengaku belum mendapatkan kepastian mengenai perkembangan pengurusan dokumen tersebut.

Para korban mempertanyakan kejelasan proses yang telah dipercayakan, termasuk keberadaan dokumen dan penggunaan uang yang telah diserahkan untuk keperluan pengurusan sertifikat.

Mereka berharap Ariadi segera memberikan penjelasan secara terbuka dan bertanggung jawab atas persoalan yang dialami.

Korban Datangi Kantor di Jalan Ketintang Baru II

Dalam upaya memperoleh kejelasan, sejumlah korban mendatangi sebuah kantor yang berlokasi di Jalan Ketintang Baru II, Surabaya.

Kedatangan mereka bertujuan meminta penjelasan mengenai proses pengurusan sertifikat yang hingga kini belum menunjukkan kepastian.

Baca Juga:  Pimpinan Redaksi Jatim.Rasionews.Com Menyampaikan Pentingnya Pilkada Untuk Masa Depan Kabupaten Banyuwangi 5 Tahun Ke Depan

Namun, persoalan tersebut masih membutuhkan klarifikasi lebih lanjut dari pihak kantor terkait, terutama mengenai hubungan kantor tersebut dengan kegiatan pengurusan sertifikat yang dipersoalkan.

Dua Kediaman Didatangi, Ariadi Tidak Ditemukan

Para korban juga berupaya mencari keberadaan Ariadi dengan mendatangi kediamannya di Jalan Anggrek I No. 17, RT/RW 008/001, Wage, Sidoarjo. Namun, saat didatangi, Ariadi tidak berada di rumah.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Ariadi disebut sudah tidak pernah pulang ke kediaman tersebut. Sementara itu, istrinya menyampaikan bahwa dirinya bersama anak-anak selama ini tidak mendapatkan pengurusan dari Ariadi.

Pencarian kemudian berlanjut ke kediaman Ariadi lainnya di kawasan Kapas Lor Wetan, Gang 4 Makam. Sejumlah korban mendatangi rumah tersebut untuk mencari keberadaan Ariadi sekaligus meminta penjelasan mengenai persoalan yang mereka alami.

Namun, setibanya di lokasi, Ariadi kembali tidak ditemukan. Rumah tersebut diketahui sudah dalam keadaan kosong.

Berdasarkan keterangan sejumlah tetangga sekitar, Ariadi disebut telah pindah dari rumah tersebut sekitar satu bulan lalu. Hal yang menjadi perhatian warga adalah informasi bahwa kepindahan itu dilakukan pada tengah malam.

Tidak hanya itu, menurut keterangan tetangga, istri kedua Ariadi juga dikabarkan telah berpindah tempat tinggal ke kawasan Bulak Rukem, Surabaya.

Informasi mengenai kepindahan tersebut masih berdasarkan keterangan warga sekitar dan belum mendapatkan konfirmasi langsung dari Ariadi maupun pihak keluarga. Keberadaan Ariadi saat ini juga belum diketahui secara pasti.

Tetangga Ikut Mengaku Menjadi Korban, Ariadi Dikabarkan Pindah ke Gempol

Perkembangan lain muncul dari kawasan Kapas Lor Wetan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah seorang tetangga Ariadi di lingkungan tersebut juga mengaku menjadi korban dalam persoalan yang sama.

Informasi ini menambah daftar pihak yang mengaku mengalami kerugian dan semakin memperluas persoalan pengurusan sertifikat yang dipersoalkan.

Baca Juga:  Liburan Natal Dan Tahun Baru Wisata Pancoran Rogojampi Banyuwangi Dipadati Pengunjung

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima dari pihak korban, Ariadi disebut sempat tinggal dengan cara mengontrak di kawasan Kahuripan Nirwana, Sidoarjo. Namun, keberadaannya di lokasi tersebut dikabarkan tidak berlangsung lama.

Setelah itu, Ariadi disebut kembali berpindah tempat tinggal ke wilayah Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Informasi mengenai perpindahan dari Kahuripan Nirwana ke Gempol tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut. Hingga kini, belum diperoleh keterangan langsung dari Ariadi mengenai lokasi tempat tinggalnya maupun alasan perpindahan tersebut.

Rangkaian informasi mengenai beberapa tempat yang disebut pernah ditempati Ariadi membuat para korban semakin berupaya mencari keberadaannya demi memperoleh kejelasan dan meminta pertanggungjawaban atas uang serta dokumen yang telah diserahkan.

Korban Desak Uang dan Dokumen Segera Dikembalikan

Di tengah bertambahnya pihak yang mengaku dirugikan, para korban meminta Ariadi segera menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Mereka mendesak agar uang yang telah diserahkan dikembalikan apabila proses pengurusan sertifikat tidak dapat diselesaikan. Selain itu, seluruh surat dan dokumen milik para korban yang masih berada dalam penguasaan Ariadi juga diminta segera dikembalikan kepada pemiliknya.

Para korban menegaskan bahwa mereka membutuhkan kepastian, bukan sekadar janji penyelesaian. Mereka berharap Ariadi memberikan penjelasan mengenai perkembangan pengurusan sertifikat, keberadaan dokumen, serta alasan belum terealisasinya pekerjaan sesuai waktu yang sebelumnya dijanjikan.

Masing-Masing Korban Bersiap Melapor ke Polisi

Merasa belum mendapatkan kepastian atas uang dan dokumen yang telah diserahkan, masing-masing korban menyatakan akan menempuh jalur hukum.

Dalam waktu dekat, para korban berencana membuat laporan secara resmi kepada pihak kepolisian terkait dugaan penipuan dan penggelapan dalam pengurusan sertifikat tanah tersebut.

Langkah hukum ini ditempuh sebagai upaya mendapatkan kepastian hukum sekaligus meminta pertanggungjawaban atas kerugian yang mereka klaim telah dialami.

Baca Juga:  Kokoon Hotel Banyuwangi Serahkan Hadiah Utama Umroh

Para korban berharap laporan yang nantinya disampaikan dapat ditindaklanjuti aparat penegak hukum. Mereka juga meminta agar persoalan tersebut diusut secara menyeluruh, termasuk menelusuri aliran uang, keberadaan dokumen, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

*(RED)*

Bagikan Berita Ini
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Apa Reaksi Anda?
Suka0
Galau0
Kocak0
Terkejut0
Emosi0
BERITA SEBELUMNYA IMG 20261107 WA0084 Wujudkan Polisi Bersama Masyarakat, Satlantas Polres Malang Gelar SIM Komunitas di Pondok Pesantren Al Ihsan
BERITA BERIKUTNYA IMG 20261107 WA0099 Resah Warga Berujung Razia, 6 Pasangan Muda-Mudi Terjaring di Kos Kawasan Toga Lumajang
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silakan Pilih Rating!

Berita Populer

IMG 20241215 WA0082
NasionalSerba -serbi
Penyerahan SK DPAC BRNR Korcam Tempeh untuk Program Makan Bergizi Gratis
15 Desember 2024
IMG 20241111 WA0068
NasionalSeputar Desa
Di Hebokan Warga Desa Randuagung Terjadi Fenomena Keajaiban Alam: Pohon Kelapa Berdiri Lagi,Selama 9 Bulan Tumbang
11 November 2024
IMG 20241228 WA0142
Nasional
Ketua DPD LSM Teropong Keadilan dan Hukum Minahasa, Hezky O’Brien Kawengian, Menanggapi Pernyataan Kuasa Hukum Desa Passo
28 Desember 2024
IMG 20241128 WA0091
Politik
Puskaptis Banyuwangi Ucapkan Selamat Atas ‘Kemenangan’ Paslon 02 Ali Makki-Ali Ruchi Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pilihan Rakyat Banyuwangi
28 November 2024
IMG 20240405 WA0005
Nasional
Kelangkaan Gas Elpiji 3 kg Sering terjadi di saat memasuki Hari Raya Iedul Fitri
5 April 2024
IMG 20241222 WA0120
NasionalPemerintahan
BRNR Gelar Sosialisasi(MBG) Makan Bergizi Gratis di 12 Desa
22 Desember 2024
Jasa Website & Artikel SEO
Jasa Website & Artikel SEO

Pendidikan

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia
19 Oktober 2026
Penyaluran Bantuan Seragam dan Insentif Guru Masih Menunggu Pencairan
15 Oktober 2026
Beredar Keluhan Wali Murid di Instagram, SMAN 1 Lumajang Klarifikasi Nominal Rp350 Ribu
3 Oktober 2026
Komite SMKN 1 Lumajang Dorong Bakat Siswa Terus Dikembangkan Berprestasi 
1 Oktober 2026
SDN Salak 01 Dapat Revitalisasi Rp928 Juta, Lima Ruang Direhabilitasi
1 Oktober 2026
- Advertisement -

Seputar Desa

IMG 20261028 WA0005
Delapan Peserta Bersaing Rebut Dua Jabatan Perangkat Desa Sentul, Panitia Tegaskan Seleksi Netral
28 Oktober 2026
IMG 20261017 WA0103
Jokarto Specta Carnival 2026 Meriah, Galaksi Nusantara Warisan Budaya Menembus Semesta 
17 Oktober 2026
IMG 20261013 WA0025
Polsek Senduro Pantau Pelantikan Kasi Kesra Desa Kandangan, Berlangsung Aman dan Kondusif
13 Oktober 2026
IMG 20260918 WA0123
Jalan Rabat Beton Dusun Elosan Diperbaiki, Anggaran Dana Desa Rp103 Juta
18 September 2026
IMG 20260917 WA0073
Bulog Salurkan 53,80 Ton Beras untuk 1.795 KPM di Sumbermujur
17 September 2026

Artikel Terkait:

IMG 20260321 WA0000
Nasional

Hadir di Tengah Warga, Sekretaris DPC MAUNG Kubu Raya Sambut Idulfitri di Terentang Hilir

22 Maret 2026
IMG 20260817 WA0143
NasionalSeputar Desa

Tanggal 17 Jadi Warisan Leluhur, Karnaval Desa Penanggal Meriahkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
IMG 20260826 WA0391
Nasional

Anggota Resnarkoba Polres Bojonegoro Diduga Langgar SOP Penangkapan, Mengaku- ngaku dari Polres Perak.

26 Agustus 2026
IMG 20261104 WA01271
NasionalPemerintahan

PT Agrinas Palma Butuh 2.500 Pemanen Sawit, Rekrut Warga Lumajang Lewat Kepala Desa 

4 November 2026
Jatim Rasio News
  • rasionews25@gmail.com
  • 0853 3069 6503
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Edukasi
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Korban Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat Bertambah, Tetangga Ikut Dirugikan, Ariadi Dikabarkan Pindah-pindah Tempat
Share
Copyright © 2023 PT. Rafa Canasha Media
Selamat Datang di RasioNews.com!

Masuk ke Akun Anda