Ketua Komisi B DPRD Lumajang Apresiasi Bupati Naik Motor, Dinilai Jadi Teladan Efisiensi
LUMAJANG, Jatim Rasionews.com | Langkah Bupati Lumajang Indah Amperawati yang menggunakan sepeda motor untuk menghadiri rapat paripurna DPRD mendapat apresiasi dari Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Lumajang. Kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung efisiensi anggaran dan mobilitas pemerintahan.
Ketua Komisi B DPRD Lumajang, Deddy Firmansyah, mengatakan bahwa penggunaan kendaraan roda dua oleh Bupati merupakan contoh konkret yang patut diapresiasi.
“Yang pertama, kami mengapresiasi Ibu Bupati Lumajang yang telah memberikan contoh konkret dengan mengendarai kendaraan roda dua. Ini merupakan langkah dan wujud nyata Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam mendukung pelaksanaan efisiensi, dengan memberikan contoh langsung menggunakan kendaraan roda dua dalam beraktivitas dan mendukung mobilitas pemerintahan di Kabupaten Lumajang,” ujar Deddy saat ditemui usai rapat paripurna.
Menurutnya, komitmen tersebut terlihat jelas ketika Bupati hadir dalam rapat paripurna DPRD dengan mengendarai sepeda motor dari Pendopo Kabupaten menuju kantor DPRD Lumajang.
“Kami sangat mengapresiasi. Terbukti hari ini beliau hadir di rapat paripurna dari Pendopo ke kantor DPRD dengan mengendarai motor,” katanya.
- Advertisement -
Menanggapi kemungkinan anggota DPRD mengikuti langkah serupa, Deddy menjelaskan bahwa kondisi legislatif berbeda dengan jajaran eksekutif karena anggota DPRD tidak mendapatkan fasilitas kendaraan dinas.
“Kalau kami di DPRD berbeda. Anggota DPRD tidak memiliki kendaraan dinas, sehingga menggunakan kendaraan pribadi yang seluruh pembiayaannya menjadi tanggung jawab masing-masing. Berbeda dengan eksekutif yang memiliki kendaraan dinas,” jelasnya.
Meski demikian, ia menilai apa yang dilakukan Bupati dapat menjadi inspirasi bagi seluruh penyelenggara pemerintahan untuk menerapkan pola kerja yang lebih efisien.
- Advertisement -
“Apa yang dilakukan Bupati ini menjadi inspirasi dan contoh bagi kita semua dalam menjalankan pemerintahan serta mendukung efisiensi dengan menggunakan kendaraan roda dua,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Deddy juga menanggapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya BBM non-subsidi. Ia mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar.
“Tentu kita mengikuti kebijakan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian ESDM. Terkait kenaikan harga BBM, terutama non-subsidi, kami menghimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak mudah terprovokasi, terutama oleh informasi yang beredar di media sosial,” ujarnya.
Menurut Deddy, kepanikan masyarakat justru dapat memicu masalah baru, seperti pembelian BBM secara berlebihan yang berpotensi menimbulkan keresahan dan kekhawatiran akan kelangkaan.
“Kepanikan yang berlebihan bisa membuat masyarakat semakin resah. Jangan sampai muncul ketakutan terhadap kelangkaan BBM sehingga pembelian, baik BBM subsidi maupun non-subsidi, dilakukan secara berlebihan. Ini yang harus kita antisipasi bersama,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup yang lebih hemat dan efisien di tengah dinamika ekonomi saat ini.
“Sebisa mungkin kita melakukan efisiensi diri, baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan pribadi sehari-hari,” pungkas Deddy.
(Rokib)




