Kapolres Lumajang Gelar Jumat Keliling di Sukodono, Ajak Warga Jaga Kamtibmas
Lumajang,(Jatim Rasionews.com) Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi melaksanakan kegiatan Shalat Jumat Keliling di Masjid Asy Syuhada, Jalan Veteran, Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi kepolisian untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Di hadapan para jamaah, AKBP Riki Yariandi menyampaikan imbauan agar masyarakat turut berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kedekatan antara polisi dan masyarakat melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat.
Menurut Riki, terciptanya situasi yang aman dan kondusif tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan dukungan serta kepedulian seluruh elemen masyarakat.
“Melalui kegiatan Jumat Keliling ini, kami ingin mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kamtibmas. Keamanan lingkungan akan terwujud apabila ada kepedulian dan kerja sama antara polisi dan masyarakat,” ujar AKBP Riki Yariandi.
Kapolres juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu berkomunikasi dengan pihak kepolisian apabila menemukan potensi gangguan keamanan maupun permasalahan yang membutuhkan penanganan aparat.
“Kami berharap hubungan antara kepolisian dan masyarakat semakin erat sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Kabupaten Lumajang, ” Ungkapnya
AKBP Riki menambahkan bahwa semangat ‘Polisi Bersama Masyarakat’ menjadi fondasi utama dalam mengantisipasi berbagai potensi tindak kriminalitas maupun gangguan ketertiban di wilayah hukum Kabupaten Lumajang.
Respon Cepat Gangguan Kamtibmas Guna memastikan rasa aman dan nyaman di tengah warga,
Kapolres mengimbau agar masyarakat tidak ragu untuk memanfaatkan saluran komunikasi resmi kepolisian maupun melapor langsung kepada petugas di lapangan jika menemukan hal-hal yang mencurigakan.
“Kami membuka pintu komunikasi seluas-luasnya. Jika ada potensi gangguan keamanan atau masalah yang membutuhkan penanganan aparat, segera laporkan. Penanganan cepat sangat bergantung pada informasi awal dari masyarakat,” jelas Riki.***(Kib)




