Perum Bulog Salurkan 21,06 Ton Beras di Lumajang, 702 Warga Desa Boreng Terima Bantuan 3 Bulan Sekaligus
Lumajang, (Jatim Rasionews.com) Perum Bulog menyalurkan bantuan pangan sebanyak 21,06 ton beras kepada warga Desa Boreng, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang.
Penyaluran bantuan yang dipusatkan di Balai Desa Boreng pada Rabu, 20 Agustus 2026 itu merupakan alokasi bantuan pangan nasional untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026 yang disalurkan sekaligus.
Tercatat sebanyak 702 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Boreng menerima bantuan tersebut. Masing-masing KPM mendapatkan 30 kilogram beras atau 10 kilogram per bulan untuk alokasi tiga bulan sekaligus.
Salah seorang penerima manfaat, Homsia (30), warga Dusun Krajan, Desa Boreng, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan pangan ini.
“Alhamdulillah dengan bantuan dari Bulog 30 kg untuk 3 periode dari bulan Juli, Agustus, September sangat membantu kebutuhan keluarga,” ujar Homsia saat ditemui di lokasi penyaluran.
- Advertisement -

Sementara itu, Kepala Desa Boreng, Zaenal Syaifuddin menyampaikan apresiasi atas penyaluran bantuan yang berjalan tertib dan lancar. Menurutnya, bantuan ini sangat tepat sasaran dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami atas nama Pemerintah Desa Boreng berterima kasih kepada pemerintah pusat melalui Bulog dan Bapanas. Penyaluran hari ini berjalan lancar, tertib, dan semua KPM hadir. Bantuan 30 kilogram beras ini sangat meringankan beban ekonomi warga kami,” ungkap Zaenal.
Zaenal menambahkan, pihaknya memastikan proses verifikasi dan pendistribusian dilakukan secara transparan agar bantuan benar-benar diterima oleh warga yang berhak.
- Advertisement -
Untuk diketahui, penyaluran bantuan pangan di Desa Boreng ini merupakan bagian dari program bantuan pangan nasional pemerintah yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia oleh Perum Bulog atas penugasan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Program ini juga bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan meringankan beban ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah.***
(Kib)



