MTsN Lumajang Raih Medali Perunggu SSO Science and Social Olympiad di Jombang
Lumajang,( Jatim Rasionews.com) MTsN Lumajang kembali menorehkan prestasi akademik dengan meraih medali perunggu dalam ajang SSO (Science and Social Olympiad) yang digelar di Jombang.
Ajang tersebut merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan SMA Unggulan BPPT Darul Ulum Jombang dan tahun ini telah memasuki penyelenggaraan ke-17.
Humas MTsN Lumajang, Supriyanto, mengatakan pihaknya rutin mengikutsertakan siswa dalam kompetisi tersebut setiap tahun.
Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga bidang yang dilombakan, yakni Matematika, IPA, dan IPS.
“Ini merupakan agenda tahunan dan tahun ini sudah yang ke-17. Dari masing-masing mata pelajaran kami mengirim enam tim. Kemudian peserta yang lolos mengikuti tahap semifinal hingga akhirnya masuk babak final di Jombang,” ujar Supriyanto.Senin (14/9/2026)
Menurutnya, siswa yang berhasil melaju hingga babak final tahun ini seluruhnya berasal dari kelas IX.
Sementara siswa kelas VII dan VIII juga telah mengikuti pembinaan dan kompetisi sebagai bagian dari persiapan regenerasi peserta olimpiade.
Babak final SSO tersebut berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu, tanggal 5–6 September 2026.
Supriyanto menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari program pembinaan yang dilakukan secara rutin oleh MTsN Lumajang.
Sekolah memiliki kelas olimpiade serta berbagai kelas pengembangan bakat dan minat siswa.
“Pembinaan kami lakukan secara rutin. Di lembaga ini ada kelas olimpiade. Selain itu, anak-anak ditempatkan di kelas sesuai bakat dan minatnya, seperti kelas olahraga, akademik, penelitian, coding, bahasa, dan lainnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembelajaran tidak hanya berfokus pada kurikulum utama. Setelah kegiatan pembelajaran reguler selesai, siswa mendapatkan waktu khusus untuk mengembangkan kemampuan sesuai potensi masing-masing.
Saat ini, jumlah siswa MTsN Lumajang mencapai sekitar 940 siswa. Pihak sekolah menargetkan prestasi siswa tidak berhenti di tingkat kabupaten maupun provinsi, tetapi dapat terus berkembang hingga tingkat nasional.
“Target kami sampai tingkat nasional. Bukan hanya olimpiade, tetapi juga olahraga dan seni. Kami terus melakukan pembinaan dengan target dan jadwal yang jelas, kemudian dievaluasi untuk mengetahui apa yang perlu diperbaiki,” pungkas Supriyanto.**(Kib)




