Bang Poer Ngopi Bareng Pelaku UMKM di Food Scurity Expo Lumajang
Lumajang,( Jatim Rasionews.com) Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar, H. Muhammad Nur Purnamasidi, yang akrab disapa Bang Poer, mengunjungi kegiatan Food Scurity Expo di Alun-Alun Kabupaten Lumajang, Kamis (16/10/2026).
Kunjungan dimanfaatkan untuk melihat potensi produk lokal sekaligus menyerap aspirasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Suasana kunjungan berlangsung santai. Di antara 40 tenda yang menampilkan beragam produk lokal, mulai dari olahan pangan, kopi, hingga hasil pertanian, Bang Poer menyempatkan diri ngopi bareng bersama tim, pelaku UMKM, dan masyarakat yang hadir. Jumat(16/10/2026)
Mengenakan kemeja batik dan peci hitam, anggota Komisi X DPR RI itu terlihat duduk lesehan di area tenda Lamata Coffee. Ia berbincang akrab dengan para pelaku UMKM sembari mencicipi produk lokal yang dipamerkan.
Dalam keterangannya, Bang Poer mengatakan, Food Scurity Expo menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung potensi ketahanan pangan dan perkembangan ekonomi masyarakat di Kabupaten Lumajang.
“Dengan kegiatan ini, kita melihat secara langsung bahwa Lumajang memiliki potensi ketahanan pangan yang luar biasa. Ada 40 tenda penjual dengan berbagai hasil terbaik. Ini bukan sekadar pameran, tetapi bukti kemandirian ekonomi rakyat Lumajang,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana promosi produk lokal, tetapi juga membuka ruang komunikasi antara masyarakat, pelaku UMKM.
Bang Poer mengaku sengaja meluangkan waktu untuk ngopi bersama masyarakat agar dapat mendengarkan langsung berbagai aspirasi,dari berbagai UMKM.
“Saya sengaja ngopi bareng bersama tim dan masyarakat di sini. Karena dari ngopi inilah aspirasi itu muncul. Kita dengar langsung harapan pelaku UMKM, dan bagaimana produk lokal ini bisa naik kelas.” katanya.
Melalui kegiatan Food Scurity Expo, potensi produk pangan dan pertanian lokal Lumajang diperkenalkan kepada masyarakat sekaligus menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperluas promosi.
Dukungan pembinaan, akses permodalan, dan pemasaran diharapkan dapat membantu produk lokal berkembang dan meningkatkan daya saing usaha masyarakat.**(Kib)




