DLH Lumajang Ajak Warga Biasakan Pilah Sampah Organik dan Non Organik
Jatim Rasionews.com Lumajang |Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang terus mengajak masyarakat untuk membiasakan memilah sampah organik dan non organik sejak dari rumah. Langkah tersebut dinilai menjadi solusi penting dalam mengurangi timbulan sampah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. Selasa 26/5/2026)
Sekretaris DLH Kabupaten Lumajang, Agus Rohman Rozak, mengatakan pihaknya telah menyiapkan flyer edukasi ramah lingkungan yang akan disebarluaskan kepada masyarakat agar semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah.
“Sudah kita buatkan flyer terkait lingkungan untuk masyarakat mengenai sampah organik dan tidak organik supaya masyarakat tahu. Karena persoalan sampah ini bukan hanya tugas petugas kebersihan saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, DLH Lumajang sejak tahun 2022 telah menjalankan program Analisa Masyarakat Mandiri Sampah. Program tersebut mulai berjalan dengan baik, khususnya di wilayah perkotaan.
“Alhamdulillah di wilayah perkotaan sudah berjalan. Di masing-masing RW sudah dibentuk petugas pemungut sampah, termasuk bank-bank sampah,” katanya.
- Advertisement -
Menurut Rozak, inti utama pengelolaan sampah terletak pada proses pemilahan. Dengan membiasakan memilah sampah sejak dari sumbernya, volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat berkurang secara signifikan.
“Kalau kita sudah bisa membiasakan diri memilah, timbulan sampah itu akan jauh turun. Sampah yang sudah dipilah ini nantinya juga bernilai rupiah. Kalau belum sempat dijual, bisa ditaruh di depan rumah dengan istilah sedekah sampah untuk para pemulung,” jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil penelitian, komposisi sampah organik dan anorganik saat ini hampir seimbang, yakni sekitar 50 persen berbanding 50 persen. Hal tersebut menjadi peluang besar apabila sampah non organik dapat dimanfaatkan kembali menjadi bernilai ekonomi.
- Advertisement -
“Bayangkan kalau 50 persen sampah itu bisa menjadi uang, tentu sangat membantu dan tidak semuanya masuk ke TPA,” tambahnya.
Selain mengurangi volume sampah, pemilahan juga dinilai mampu memperpanjang usia operasional TPA karena jumlah sampah yang dibuang menjadi lebih sedikit.
“Kalau sampah sudah dipilah dari sumbernya, insya Allah sangat membantu mengurangi timbulan sampah di TPS sehingga tidak sampai menumpuk. TPS juga jadi lebih terjaga kebersihannya,” pungkasnya.
(Kib)




