Dihantam Ombak Besar, Perahu Tuan Muda Karam di Perairan Pandanwangi Lumajang
Lumajang, (Jatim Rasionews.com) Perahu nelayan bernama Tuan Muda terbalik setelah dihantam ombak besar di perairan selatan Menara Pantau TNI AU AWR Pandanwangi, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.
Dalam insiden tersebut, dua orang Anak Buah Kapal (ABK) berhasil selamat, sementara satu orang lainnya masih dalam pencarian tim gabungan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, laporan perahu terbalik diterima BPBD pada dini hari setelah adanya informasi dari personel TNI AU yang bertugas di Menara Pantau AWR Pandanwangi.
“Betul, telah terjadi laka laut perahu Tuan Muda terbalik dihantam ombak besar di selatan Menara Pantau AWR Pandanwangi. Kejadiannya sekitar pukul 00.30 WIB tadi,” ujar Isnugroho saat dikonfirmasi Jatim Rasionews.com, Kamis (15/10/2026).
Isnugroho menjelaskan, perahu tersebut ditumpangi tiga orang. Dua orang berhasil selamat dan telah dievakuasi.
“Dua korban selamat atas nama Achmad Zaenal (23) dan Rahul Panji (19). Kondisinya selamat dan sudah kami evakuasi, kemudian dipulangkan ke wilayah Puger,” jelasnya.
Sementara satu korban lainnya, lanjut Isnugroho, hingga saat ini masih belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian.
“Satu korban atas nama Rizky Andi Dhermawan (33), warga Kabupaten Banyuwangi, masih dalam pencarian tim gabungan,” katanya.
Menurut Isnugroho, setelah menerima laporan, BPBD Kabupaten Lumajang langsung berkoordinasi dan menerjunkan personel untuk melakukan pencarian bersama unsur gabungan.
“Saat ini BPBD Lumajang bersama personel TNI AU AWR Pandanwangi, Polsek Kunir, dan Basarnas Banyuwangi masih melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian terbaliknya perahu,” terangnya.
Ia menambahkan, proses pencarian dilakukan dengan tetap memperhatikan faktor cuaca, tinggi gelombang laut, serta keselamatan petugas di lapangan.
“Kami terus berupaya maksimal melakukan pencarian. Tentu kami mempertimbangkan kondisi gelombang dan keselamatan seluruh personel yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi,” imbuhnya.
Isnugroho mengimbau masyarakat untuk turut mendoakan agar korban yang masih hilang segera ditemukan.
“Kami mohon doanya dari masyarakat agar korban yang masih dalam pencarian segera ditemukan,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga mengingatkan kepada seluruh nelayan dan pengguna transportasi laut di wilayah perairan selatan Lumajang agar selalu waspada dan memperhatikan informasi cuaca dari BMKG sebelum melaut.
“Kami imbau nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di laut agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.**(Kib)




