Dinsos P3A Lumajang Alokasikan Rp2,5 Miliar Dana DBHCHT untuk 4.293 Penerima BLT
LUMAJANG, Jatim Rasionews.com| Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Lumajang mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,5 miliar yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026 untuk program Bantuan Langsung Tunai (BLT).Senin (20/7/2026)
Program tersebut ditujukan kepada masyarakat yang berkontribusi terhadap sektor pertembakauan serta kelompok masyarakat rentan yang memenuhi kriteria penerima.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos P3A Kabupaten Lumajang, Widia Bayuasmi, mengatakan anggaran DBHCHT tahun ini seluruhnya difokuskan untuk penyaluran BLT.
“Untuk anggaran DBHCHT yang dialokasikan dalam DPA Dinas Sosial P3A tahun ini sekitar Rp2,5 miliar. Anggaran ini diperuntukkan untuk memberikan BLT DBHCHT bagi pihak-pihak yang memang mendukung capaian DBHCHT di Kabupaten Lumajang, seperti buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok,” ujar Widia.
Ia menjelaskan, pada tahun 2026 terdapat 4.293 penerima BLT DBHCHT yang berasal dari empat kategori penerima manfaat.
- Advertisement -
“Total tahun ini ada 4.293 penerima BLT DBHCHT. Di Kabupaten Lumajang ada empat kategori yang mendapatkan bantuan, yaitu buruh tani tembakau, buruh pabrik rokok, masyarakat miskin, serta masyarakat korban bencana, khususnya mereka yang kehilangan rumah akibat erupsi,” jelasnya.
Menurut Widia, besaran bantuan yang diterima setiap penerima sama, namun jumlah penerima di masing-masing kategori berbeda. Prioritas penerima tetap diberikan kepada buruh tani tembakau karena jumlahnya paling besar dan memiliki kontribusi penting terhadap sektor pertembakauan.
“Nilainya sama, hanya jumlah penerimanya yang berbeda. Prioritasnya memang kepada buruh tani tembakau karena massanya paling besar dan perannya paling berdampak terhadap DBHCHT,” katanya.
- Advertisement -
Widia menambahkan, selain program BLT, pada tahun ini Dinsos P3A tidak mengalokasikan kegiatan lain yang menggunakan dana DBHCHT.
“Di luar itu tidak ada. Kami fokus pada pemberian BLT ini untuk mendukung peningkatan ekonomi, khususnya bagi pihak-pihak yang berkaitan dengan sektor DBHCHT agar kesejahteraan sosial mereka meningkat,” pungkasnya.
(Rokib)





