TMMD Ke-129 Resmi Dimulai, Jalan dan Drainase di Desa Ledoktempuro Dibangun Selama 30 Hari
Lumajang,Jatim Rasionews .com |Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dimulai di Desa Ledoktempuro, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang. Selama 30 hari ke depan, hingga 13 Agustus 2026, berbagai pembangunan infrastruktur akan dikerjakan untuk meningkatkan aksesibilitas dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Pembukaan TMMD Ke-129 digelar di Lapangan Desa Ledoktempuro, Rabu (15/7/2026), dan dipimpin langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan TMMD serentak di 50 kabupaten/kota di Indonesia dengan mengusung tema “Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.”
Dalam sambutannya, Bupati Lumajang yang akrab disapa Bunda Indah menegaskan bahwa TMMD bukan hanya program pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bentuk nyata sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, kementerian, lembaga, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak, mulai dari TNI, Polri, perangkat daerah, Pemerintah Desa Ledoktempuro, hingga berbagai unsur masyarakat yang telah bergotong royong mempersiapkan pelaksanaan TMMD ini. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan dalam membangun desa,” ujar Bunda Indah.
- Advertisement -
Pada pelaksanaan TMMD Ke-129, sejumlah pekerjaan fisik menjadi prioritas, yakni pembangunan jalan cor rabat beton sepanjang 840 meter dengan lebar 3,5 meter, pembangunan saluran drainase sepanjang 200 meter dengan lebar 1 meter, serta perbaikan gorong-gorong sepanjang 5 meter yang berada di jalur akses penting bagi masyarakat.
Selain pembangunan infrastruktur, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik berupa penyuluhan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa.
Bunda Indah berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai target dengan dukungan penuh dari masyarakat. Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari rampungnya pembangunan fisik, tetapi juga dari semakin kuatnya budaya gotong royong dan kepedulian bersama dalam membangun desa.
- Advertisement -
“Mari kita berikan karya dan pengabdian terbaik. Keberhasilan TMMD bukan hanya terlihat dari hasil pembangunan yang selesai, tetapi juga dari semangat kebersamaan yang terus tumbuh di tengah masyarakat untuk membangun desa yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.
(Rokib)




