Durian Bawor Jadi Andalan Baru, Lumajang Kembangkan Pertanian Sesuai Potensi Wilayah
Jatim Rasionews.com Lumajang | Pemerintah Kabupaten Lumajang terus mendorong pembangunan pertanian yang berbasis pada potensi dan karakteristik masing-masing wilayah. Strategi tersebut diwujudkan melalui penyaluran 1.018 bibit durian Kromo Banyumas atau yang lebih dikenal sebagai durian Bawor kepada Gabungan Kelompok Tani dan Ternak Desa (Gapoktandes) Bunga Indah, Desa Tegalbangsri, Kecamatan Ranuyoso, Jumat (5/6/2026).
Program ini menjadi bagian dari upaya pengembangan sektor hortikultura yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi wilayah Desa Tegalbangsri. Meski memiliki keterbatasan lahan persawahan, desa tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan tanaman buah dan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang, Retno Wulan Andari, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak harus ditentukan oleh keseragaman jenis tanaman yang dibudidayakan. Menurutnya, setiap daerah memiliki karakteristik geografis dan sumber daya yang berbeda sehingga memerlukan strategi pengembangan yang disesuaikan dengan potensi lokal.
“Ini adalah langkah konkret untuk mengangkat perekonomian masyarakat desa yang memang tidak bisa mengandalkan tanaman padi. Potensi durian dan buah-buahan lainnya harus dimaksimalkan, terutama dengan bibit unggul yang berkualitas,” ujar Retno, Sabtu (6/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa pengembangan komoditas yang sesuai dengan karakteristik wilayah tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, lahan yang kurang optimal untuk tanaman padi tetap dapat menghasilkan nilai ekonomi yang berkelanjutan.
- Advertisement -
Pemerintah juga memastikan kualitas bibit yang disalurkan kepada petani. Bibit durian Bawor yang diberikan memiliki tinggi rata-rata sekitar 1,5 meter, menggunakan polybag berdiameter 18 sentimeter, memiliki batang bawah setinggi 30 sentimeter, serta dilengkapi label biru sebagai penanda mutu bibit.
Retno menilai penggunaan varietas unggul menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus memperkuat daya saing hasil hortikultura di pasar.
“Pengembangan varietas unggulan dan bibit berkualitas seperti durian Bawor menjadi kunci untuk mempromosikan dan memasarkan produk pertanian kita lebih luas,” tambahnya.
- Advertisement -
Sementara itu, Kepala Desa Tegalbangsri, Nirat, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam pengembangan sektor pertanian di wilayahnya. Ia berharap bantuan bibit tersebut dapat dimanfaatkan dan dirawat secara optimal sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.
Menurutnya, pengembangan komoditas yang sesuai dengan kondisi wilayah menjadi peluang strategis untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperkuat sumber pendapatan keluarga petani.
Melalui pengembangan pertanian berbasis potensi lokal ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap setiap wilayah dapat tumbuh sesuai keunggulannya masing-masing. Selain meningkatkan hasil produksi, langkah tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan.
(Kib)




