Tertimpa Material Sisa APG Semeru, Warga Sumberwuluh Dirawat Intensif
LUMAJANG, Jatim Rasionews.com| Seorang warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, mengalami luka bakar serius setelah diduga tertimpa material vulkanik panas saat melakukan aktivitas penambangan pasir secara manual di kawasan aliran lahar Gunung Semeru, Sabtu (20/6/2026) dini hari.
Korban diketahui bernama Veri Irawan (33), warga Dusun Kebondeli Utara RT 04 RW 06 Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Saat ini korban menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Haryoto Lumajang setelah mengalami luka bakar derajat dua pada 43 persen bagian tubuhnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan berdasarkan laporan yang diterima, peristiwa tersebut terjadi saat korban bersama sejumlah rekannya melakukan aktivitas penambangan pasir secara manual di bawah kawasan Gladak Perak.
“Korban berangkat bekerja sekitar pukul 01.00 WIB bersama beberapa rekannya untuk melakukan penambangan pasir. Kemudian sekitar pukul 01.30 WIB, tumpukan material pasir yang masih panas tiba-tiba longsor dan menimpa korban,” kata Isnugroho, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, rekan-rekan korban segera melakukan pertolongan dan mengevakuasi korban ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Pasirian.
- Advertisement -
“Korban tiba di IGD RSUD Pasirian sekitar pukul 02.00 WIB untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah dilakukan pemeriksaan dan penanganan awal, korban kemudian dirujuk ke RSUD dr. Haryoto Lumajang pada pukul 05.40 WIB menggunakan ambulans RSUD Pasirian,” ujarnya.
Sekitar pukul 06.20 WIB, korban tiba di RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk mendapatkan perawatan lanjutan akibat luka bakar yang dideritanya.
Isnugroho menjelaskan bahwa korban diduga terkena material sisa Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru yang masih memiliki suhu tinggi pasca-erupsi.
- Advertisement -
“Dari informasi yang kami terima, korban bersama rekannya melakukan aktivitas penambangan dan terkena material sisa letusan awan panas guguran yang masih panas di bawah Gladak Perak. Material tersebut diduga masih menyimpan suhu tinggi sehingga menyebabkan luka bakar cukup serius,” jelasnya.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Lumajang, tidak terdapat kerugian material dalam kejadian tersebut. Namun satu orang korban mengalami luka bakar derajat dua dengan luas luka mencapai 43 persen.
Lebih lanjut, Isnugroho mengungkapkan bahwa aktivitas penambangan pasir secara manual masih banyak dilakukan masyarakat di sekitar aliran lahar Gunung Semeru, terutama pada malam hingga dini hari.
“Penambangan manual memang masih banyak dilakukan oleh warga sekitar aliran lahar Semeru. Karena itu kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi bahaya material vulkanik yang masih panas, terutama setelah terjadi erupsi,” tegasnya.
Ia menambahkan, sehari sebelumnya, Jumat (19/6/2026) pukul 07.21 WIB, Gunung Semeru mengalami erupsi yang disertai Awan Panas Guguran dengan jarak luncur sekitar 4.500 meter ke arah Curah Kobokan.
“Erupsi kemarin tidak berdampak terhadap permukiman warga karena lokasi luncuran awan panas cukup jauh. Namun masyarakat harus memahami bahwa material vulkanik yang berada di sepanjang aliran lahar masih dapat menimbulkan risiko bagi aktivitas manusia,” katanya.
Saat ini status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. BPBD Kabupaten Lumajang mengimbau masyarakat agar mematuhi seluruh rekomendasi dari otoritas vulkanologi dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di kawasan rawan bencana Gunung Semeru.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan potensi bahaya yang masih ada di kawasan aliran lahar Semeru. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas di wilayah tersebut,” pungkas Isnugroho.
(Rokib)




