PG Jatiroto Raih Peringkat Terbaik, Kolaborasi dengan Petani Dongkrak Produksi Tebu
Lumajang, Jatim Rasionews.com Kinerja Pabrik Gula (PG) Jatiroto kembali mencatat prestasi membanggakan. Pada Semester I tahun 2026, PG Jatiroto berhasil meraih peringkat pertama dan mendapatkan apresiasi atau reward dari kantor HO PT SGN berkat capaian produksi serta pelayanan operasional yang dinilai terbaik.

Asisten Manajer Akuntansi dan Administrasi Hasil, Dicky Subandriyo, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi yang erat antara manajemen pabrik dengan para petani tebu sebagai mitra utama.
Menurutnya, kepercayaan petani terhadap PG Jatiroto terus meningkat sehingga pasokan tebu yang masuk ke pabrik juga semakin besar.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara petani dengan PG Jatiroto. Kepercayaan petani semakin meningkat sehingga mereka membawa tebunya ke PG Jatiroto. Dampaknya, produksi kami meningkat dibandingkan tahun lalu,” ujar Diki.
- Advertisement -
Ia menjelaskan,per tanggal 29 Juli volume tebu yang telah tergiling sudah mencapai 557 ribu ton. Capaian tersebut diperoleh selama sekitar dua bulan masa giling berlangsung.
Tidak hanya didukung pasokan bahan baku yang melimpah, keberhasilan itu juga ditopang kesiapan operasional pabrik. Meski kapasitas terpasang PG Jatiroto sebesar 7.000 Ton Cane per Day (TCD), realisasi giling harian bahkan sempat mencapai 7.900 ton per hari.
“Teman-teman di bagian teknis mampu menjaga operasional dengan baik. Jam berhenti mesin sangat minim sehingga kapasitas giling yang seharusnya 7.000 TCD bisa mencapai sekitar 7.900 ton per hari,” jelasnya.
- Advertisement -
Dicky menambahkan, target PG Jatiroto hingga akhir musim giling adalah mampu menggiling sekitar 1,1 juta ton tebu.
Meski sempat mengalami kendala teknis berupa kerusakan pada sistem timbangan yang mengakibatkan proses penimbangan dan pembongkaran tebu berhenti sementara, kondisi tersebut telah berhasil diatasi.
“Kendala bukan berasal dari bahan baku karena pasokan tebu di Lumajang Raya sangat melimpah. Hanya sempat ada kerusakan di timbangan sehingga proses penimbangan berhenti sebentar. Alhamdulillah semuanya sudah selesai dan kami optimistis proses giling berjalan lancar sampai tutup giling,” katanya.

Sementara itu, Perwira Keamanan PG Jatiroto, Slamet Riyadi, mengatakan penghargaan yang diterima menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya di bidang keamanan dan kelancaran operasional.
Menurutnya, sistem pengamanan harus mampu mendukung seluruh proses produksi, mulai dari kendaraan pengangkut tebu masuk ke area pabrik hingga keluar kembali tanpa hambatan.
“Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan bagi PG Jatiroto. Namun yang lebih penting adalah bagaimana kami terus meningkatkan kualitas pelayanan di bidang keamanan agar seluruh proses produksi berjalan lancar,” kata Slamet.
Ia menegaskan, pelayanan kepada para pemasok tebu harus menjadi prioritas agar petani maupun mitra perusahaan merasa aman dan nyaman saat mengirimkan hasil panennya.
“Mulai dari antrean kendaraan, proses masuk hingga keluar pabrik harus benar-benar lancar. Kami ingin seluruh pemasok tebu merasa dilayani dengan maksimal sehingga hubungan kemitraan antara PG Jatiroto dengan petani maupun MKSO(Managemen Kerjasama Operasi) semakin kuat dan saling menguntungkan,” tutupnya.
(Rokib)




