Jatim.Rasionews.com | Jombang, Jawa Timur – Gerakan Sopir Jawa Timur atau GSJT menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan dan pengamanan Muktamar Nahdlatul Ulama.
khususnya dalam membantu kelancaran arus kendaraan logistik yang melintas di wilayah Kabupaten Jombang, Jawa Timur Hari Kamis(26-08-2026).

Pimpinan dan Kordinator Ketua Komunitas Organisasi Sopir Jawa Timur, ikut men Support juga Mengatakan Dukungan tersebut dilakukan sebagai bentuk
kepedulian komunitas sopir terhadap kelancaran kegiatan besar yang melibatkan banyak peserta dan kendaraan dari berbagai daerah. GSJT turut mengambil bagian dalam membantu mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas, terutama kendaraan logistik yang dikhawatirkan terjebak kemacetan selama berlangsungnya Muktamar Nahdlatul Ulama.

- Advertisement -
“Dalam pelaksanaannya, GSJT bekerja sama dengan pihak Kepolisian Resor Jombang. Untuk mendukung kegiatan tersebut, Polres Jombang memberikan sejumlah fasilitas, di antaranya tenda serta tempat yang digunakan sebagai posko pengamanan dan koordinasi,” Ucap Supriyono Kordinator GSJT Gerakan Sopir Jawa Timur.
Dari posko tersebut, para anggota GSJT bersama pihak kepolisian melakukan koordinasi dan mengerahkan para sopir kendaraan logistik agar dapat mengatur perjalanan serta menghindari titik-titik yang berpotensi mengalami kemacetan.
“Kerja sama pengamanan dan pengaturan arus kendaraan tersebut dilaksanakan mulai tanggal 25 hingga 31 Agustus 2026, bertepatan dengan rangkaian kegiatan Muktamar Nahdlatul Ulama”.
- Advertisement -
Untuk menunjang koordinasi di lapangan, GSJT mendirikan empat posko yang ditempatkan di sejumlah wilayah strategis dan titik perbatasan.
Posko pertama berada di Mojoagung, Jawa Timur.
Posko kedua berada di Blimbing, yang merupakan wilayah perbatasan antara Kediri dan Jombang.
Posko ketiga ditempatkan di Banda Gedung, di wilayah perbatasan Nganjuk dan Jombang.
Sementara posko keempat berada di kawasan Bandar Kedung Mulyo yang menjadi salah satu titik perbatasan antara Jombang dan Lamongan.
Keberadaan empat posko tersebut diharapkan dapat mempermudah komunikasi antara para sopir, koordinator GSJT, dan aparat kepolisian.
Dengan demikian, kendaraan logistik yang menuju maupun melintasi wilayah Jombang dapat memperoleh informasi mengenai kondisi lalu lintas dan menyesuaikan rute perjalanan.
GSJT menyebut dukungan tersebut melibatkan jaringan komunitas sopir yang cukup luas. Organisasi ini menaungi sebanyak 92 komunitas yang tersebar di berbagai wilayah.
“Sejumlah pimpinan dan koordinator GSJT yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain Guspri dan para Pimpinan Ketua Organisasi Komunitas Sopir se Jawa Timur”.
Keterlibatan para komunitas sopir ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan koordinasi antara pengemudi kendaraan logistik dengan aparat keamanan. Para sopir diharapkan dapat mematuhi arahan petugas di lapangan sehingga aktivitas transportasi tetap berjalan dan tidak mengganggu kelancaran rangkaian Muktamar Nahdlatul Ulama.
Bagi GSJT, keterlibatan dalam kegiatan tersebut juga menjadi bentuk nyata dari visi dan misi organisasi. GSJT membawa visi “Menuju Sopir yang Sejahtera.”
Sementara misi yang diusung adalah menjadi wadah bagi para sopir untuk berkumpul, bertukar pendapat, serta menyuarakan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan kehidupan dan kesejahteraan para pengemudi.
Melalui kegiatan pengamanan ini, GSJT berharap keberadaan komunitas sopir tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan mendukung kelancaran kegiatan nasional maupun keagamaan yang berlangsung di Jawa Timur.
“Koordinasi antara komunitas sopir dan kepolisian diharapkan terus berjalan selama pelaksanaan Muktamar NU, Dengan komunikasi yang baik dari lapangan, para pengemudi kendaraan logistik dapat mengetahui kondisi arus lalu lintas dan menghindari terjadinya penumpukan kendaraan di sejumlah ruas jalan”.
“Dari Jombang, Jawa Timur, GSJT menegaskan komitmennya untuk ikut menjaga kelancaran arus kendaraan logistik sekaligus mendukung pengamanan Muktamar Nahdlatul Ulama melalui koordinasi bersama aparat kepolisian dan jaringan komunitas sopir di Jawa Timur,” Jelas Ucap Darmawan dari salah satu Kordinator GSJT.
Pewarta: Supartono.



