Bengkel Autopas SMKN Pasirian Jadi Role Model Teaching Factory Otomotif Nasional
Lumajang,(Jatim Rasionews.com) Inovasi pembelajaran berbasis industri kembali ditunjukkan SMK Negeri Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Melalui Bengkel AUTOPAS, sekolah ini berhasil mengimplementasikan konsep Teaching Factory (TEFA) pada Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR) yang tidak hanya menjadi ruang praktik, tetapi juga unit layanan jasa otomotif profesional bagi masyarakat.Rabu(19/2026)
Di tengah tuntutan link and match antara pendidikan vokasi dengan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA), Bengkel AUTOPAS hadir sebagai jawaban.
Bengkel ini mengintegrasikan 100 persen proses pembelajaran di kelas dengan aktivitas pelayanan jasa riil, layaknya bengkel resmi di dunia industri.
Bukan sekadar praktik bongkar pasang mesin, para siswa TKR SMKN Pasirian dilatih bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) industri, standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta budaya kerja profesional.
- Advertisement -
Mereka tidak hanya dituntut menguasai teori dan keterampilan teknis, tetapi juga kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, komunikasi efektif dengan pelanggan, hingga problem solving.
“Konsep TEFA di Bengkel AUTOPAS adalah kami ingin siswa belajar di lingkungan kerja yang sebenarnya. Mereka bukan lagi berlatih, tapi sudah bekerja,” ungkap perwakilan Program Keahlian TKR SMKN Pasirian.
Layanan Profesional, Dikerjakan Siswa dengan Pendampingan Instruktur,Bengkel AUTOPAS melayani berbagai kebutuhan perawatan dan perbaikan kendaraan roda empat secara profesional.
- Advertisement -
Layanan yang tersedia meliputi servis berkala, pemeriksaan dan perawatan kaki-kaki kendaraan, spooring dan balancing, pemeriksaan sistem pengereman, pemeriksaan dan tune-up mesin, penggantian oli dan komponen, serta berbagai layanan otomotif lainnya sesuai fasilitas dan kompetensi.
Proses kerja dijalankan secara utuh seperti di industri. Peserta didik dilibatkan langsung mulai dari alur paling awal hingga akhir menerima kendaraan, menggali informasi dan memahami keluhan pelanggan, melakukan pemeriksaan awal dan diagnosa, menentukan kebutuhan pekerjaan, melaksanakan proses servis atau perbaikan, melakukan quality control akhir.

Hingga memastikan kendaraan layak dan siap diserahkan kembali kepada pelanggan dengan kepuasan maksimal.
Seluruh proses tersebut tetap dalam pendampingan ketat guru dan instruktur yang kompeten di bidangnya.
Cetak Lulusan Siap Kerja, Siap Wirausaha,Keberadaan TEFA AUTOPAS memberikan keuntungan ganda. Bagi masyarakat, hadir layanan otomotif berkualitas dengan harga terjangkau dari bengkel sekolah. Bagi siswa, ini adalah kawah candradimuka untuk membentuk mentalitas industri.
Siswa dibiasakan menjaga kebersihan dan keselamatan area kerja, menggunakan peralatan sesuai prosedur, bekerja berdasarkan pembagian tugas yang terstruktur, dan mengedepankan pelayanan prima.
Dengan model ini, Bengkel AUTOPAS bertransformasi dari sekadar tempat praktik menjadi unit produksi dan edupreneur sekolah yang produktif.
Tujuannya jelas, menghasilkan lulusan SMK yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi memiliki sikap kerja unggul, pengalaman kerja nyata, dan kesiapan untuk tiga pilihan pasca lulus: bekerja di industri, berwirausaha membuka bengkel sendiri, atau melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Melalui pengembangan Bengkel AUTOPAS yang berkelanjutan, SMK Negeri Pasirian menegaskan komitmennya memperkuat relevansi pendidikan vokasi.
Langkah ini sejalan dengan program prioritas Direktorat SMK Kemendikdasmen dalam mewujudkan SMK yang relevan, produktif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja nasional.
Bengkel AUTOPAS menjadi bukti bahwa SMK Bisa, SMK Hebat, dan siap menjadi motor penggerak ekonomi bangsa dari daerah
(Kib)



