Diduga Menu MBG Kering SPPG Tunjung Lumajang Dipertanyakan Soal Kesesuaian Anggaran
Jatim Rasionews.com Lumajang | Penyaluran paket Makan Bergizi Gratis (MBG) kering oleh SPPG Desa Tunjung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, pada Jumat (6/2/2026), menjadi sorotan publik. Paket yang dibagikan untuk konsumsi hari Sabtu itu dinilai jauh dari standar kualitas sajian dan diduga tidak sebanding dengan alokasi anggaran program.Sabtu (7/2/2026)
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, paket MBG kering tersebut hanya berisi satu buah pisang, dua butir telur rebus, roti, serta kacang. Paket tidak disertai susu maupun tambahan sumber gizi lain yang lazim terdapat dalam menu MBG.
“Jika dihitung secara kasar, nilai ekonomi paket tersebut diperkirakan hanya sekitar Rp7.000 per porsi,” ujar MH, wali murid SDN 01 Kalipenggung.
Selisih perkiraan nilai tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan wali murid terkait dugaan ketidaksesuaian dalam pengelolaan anggaran di tingkat pelaksana.
Mengacu pada pedoman Badan Gizi Nasional (BGN), anggaran MBG sebesar Rp15.000 per porsi dirinci menjadi Rp10.000 untuk bahan baku makanan (karbohidrat, protein, sayur, buah), Rp3.000 untuk operasional (gaji, listrik, air, gas, transportasi), dan Rp2.000 untuk sewa sarana dapur/gedung. Penerapan anggaran memang dapat disesuaikan dengan harga bahan pokok di masing-masing daerah, namun menu diharapkan tetap memenuhi unsur gizi seimbang, termasuk susu secara berkala.
- Advertisement -
BGN juga memberikan fleksibilitas porsi untuk jenjang PAUD hingga kelas 3 SD, sementara alokasi bahan baku Rp10.000 umumnya difokuskan untuk kelas 3 SD ke atas. Dengan alokasi tersebut, menu tetap diharapkan mengandung karbohidrat, protein, sayur, buah, dan susu secara berkala.
MH menilai, meskipun menu tersebut secara teori dapat memenuhi unsur gizi dasar, dari sisi kualitas menu, variasi, dan kelayakan sajian untuk anak-anak, paket MBG kering tersebut dinilai sangat minim.
“Kalau hanya dilihat dari tabel gizi mungkin lolos, tapi dari segi kualitas dan kepantasan menu untuk anak-anak, ini sangat memprihatinkan,” lanjutnya.
- Advertisement -
Tim media dari Forum Jurnalis Independen (FORJI) Lumajang telah berupaya menghubungi Kepala SPPG Tunjung, Violatul Khomariyah, untuk meminta klarifikasi. Namun hingga berita ini disusun, yang bersangkutan belum memberikan respons.
Ketua LP-KPK Lumajang, Dodik Supriyatno, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti temuan ini dengan mengumpulkan data dan bahan pendukung untuk dilaporkan kepada instansi berwenang. Ia menilai perbedaan nilai menu di lapangan perlu dijelaskan secara terbuka oleh pihak terkait.
LP-KPK juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di tingkat SPPG, khususnya dalam pengelolaan anggaran dan kualitas layanan, agar tujuan program peningkatan gizi anak tetap terjaga. Organisasi tersebut turut mengajak masyarakat, LSM, dan wartawan untuk mengawasi pelaksanaan program agar berjalan sesuai ketentuan.
Hingga berita ini tayang, belum ada tanggapan resmi dari pengelola SPPG maupun pihak terkait mengenai sorotan dan dugaan tersebut.
(Tim)




