Beredar Keluhan Wali Murid di Instagram, SMAN 1 Lumajang Klarifikasi Nominal Rp350 Ribu
Lumajang,( Jatim Rasionews.com) Beredarnya informasi di media sosial Instagram terkait keluhan wali murid mengenai dugaan pungutan sebesar Rp350 ribu bagi kelas berprestasi siswa pilihan di SMAN 1 Lumajang mendapat perhatian dari Tim Komunikasi Forum Jurnalis Independen (FORJI).
Untuk memastikan informasi tersebut, Tim FORJI melakukan konfirmasi langsung kepada pihak SMA Negeri 1 Lumajang, Jumat (2/10/2026), sekitar pukul 13.00 WIB.
Konfirmasi berlangsung di ruang Kepala SMAN 1 Lumajang dan dihadiri Kepala Sekolah, Ketua Komite Sekolah Eko Romadhon, Humas, staf guru serta sejumlah awak media.
Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah memberikan penjelasan mengenai informasi yang beredar di media sosial, khususnya terkait nominal Rp350 ribu yang disebut berkaitan dengan siswa pilihan berprestasi.
Kepala SMAN 1 Lumajang, Agus, menjelaskan bahwa angka Rp350 ribu yang beredar merupakan perkiraan biaya yang berkaitan dengan program atau kelas berprestasi bagi siswa pilihan.
“Itu ancer-ancer Rp350 ribu,” kalau sukarela itu gak nutut pembiayaan mangkaya kita ancer ancer ujar Kepala SMA Negeri 1 Lumajang saat dikonfirmasi Tim FORJI dan awak media.
Menurut pihak sekolah, pemberian tersebut dikaitkan dengan bentuk dukungan terhadap siswa pilihan yang memiliki prestasi.
Pihak sekolah juga memberikan penjelasan agar informasi yang beredar di media sosial tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah wali murid.
Sementara itu, Ketua Komite SMAN 1 Lumajang, Eko Romadhon, turut memberikan klarifikasi mengenai persoalan tersebut.
Eko menjelaskan bahwa terdapat pilihan bagi pihak yang bersedia memberikan biaya tersebut. Ia menyebut jumlah siswa yang berkaitan dengan pemberian tersebut sekitar 140 anak.
“Itu yang dipungut biaya yang pilihan saja, dengan jumlah 140 anak,” jelas Eko Romadhon.
Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut perlu dilihat berdasarkan informasi yang sebenarnya agar tidak menimbulkan persepsi berbeda dari apa yang disampaikan pihak sekolah maupun komite.
Pertemuan antara Tim FORJI, pihak sekolah dan komite tersebut menjadi kesempatan untuk mengklarifikasi informasi yang sebelumnya beredar melalui Instagram.
Bawan Sutrisno selaku Ketua Tim FORJI mengatakan, konfirmasi secara langsung diperlukan agar informasi yang berkembang di masyarakat dapat diketahui secara utuh dan berimbang.
“Dengan adanya dugaan yang viral di Instagram, Tim FORJI berharap klarifikasi langsung dari pihak sekolah dan komite ini dapat memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat, khususnya wali murid SMA Negeri 1 Lumajang,” ujar Bawan Sutrisno.
Tim FORJI berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka sehingga informasi yang beredar di media sosial tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan wali murid maupun masyarakat.**(Kib)




