Jatim.Rasionews.com | Banyuwangi — Kemacetan parah kembali terjadi di jalur menuju Pelabuhan ASDP Ketapang, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur, hari sabtu Sabtu (05-09-2026).
Ratusan truk logistik yang hendak menyeberang menuju Bali kembali dipaksa mengular dalam antrean panjang. Bahkan, antrean sempat mencapai belasan kilometer.
Berjam-jam para sopir hanya bisa menunggu. Mesin kendaraan terus menyala, bahan bakar terkuras, biaya operasional membengkak, sementara distribusi barang menuju Bali ikut tersendat.
“Pertanyaannya sederhana: sampai kapan kondisi seperti ini terus berulang”.
“Pimpinan FORKOM GAPIBER, Darmawan, menyebut persoalan kemacetan di lintasan Ketapang-Gilimanuk tidak bisa hanya dilihat sebagai persoalan Perbaikan”
Menurut Darmawan armada tersedia. Namun, kemampuan operasi menurun karena sejumlah dermaga belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
- Advertisement -
Akibatnya, ketika volume kendaraan logistik meningkat, antrean pun tak terbendung.
“Bahkan, Kamis, 3 September 2026, puluhan sopir truk sempat melakukan aksi protes dan menutup akses masuk pelabuhan. Mereka menuntut perbaikan pelayanan dan kepastian agar kendaraan logistik tidak terus menjadi korban panjangnya antrean,” Ujar Darmawan.
Kondisi ini memicu reaksi keras dari kalangan sopir dan pengusaha angkutan. FORKOM GAPIBER menilai persoalan tersebut harus segera diselesaikan secara serius, bukan sekadar ditangani ketika antrean sudah mengular.
- Advertisement -
Darmawan mendesak ASDP dan seluruh pihak terkait melakukan langkah konkret.
Pengaturan antrean harus dibenahi. Kapasitas dermaga harus dioptimalkan. Proses bongkar muat harus dipercepat.
“Tak hanya itu, ASDP juga didorong mengoperasikan kapal berkapasitas besar dan menerapkan pola tiba-bongkar-berangkat untuk mempercepat pergerakan kapal,”.
Sebab, yang dipertaruhkan bukan hanya panjangnya antrean.
Ada waktu sopir yang terbuang, bahan bakar yang terus terbakar, biaya operasional yang membengkak, dan distribusi barang yang ikut tersendat.
Para sopir dan pelaku usaha kini menunggu bukan sekadar janji penanganan, tetapi tindakan nyata.
Ketapang-Gilimanuk merupakan salah satu urat nadi distribusi Jawa-Bali. Mengapa persoalan yang sudah berkali-kali terjadi belum juga menemukan solusi jalan keluarnya.
“Kini, desakan FORKOM GAPIBER mengarah kepada ASDP agar segera membenahi pelayanan dan mengurai kepadatan sebelum antrean kembali menjadi persoalan yang lebih besar”, Jelas Darmawan Ketua FORKOM GAPIBER.
Reporter: Supartono.



