Jatim.Rasionews com|BANYUWANGI – Penyeberangan kapal feri rute Ketapang–Gilimanuk dikabarkan mengalami penundaan setelah KMP Nusa Makmur mengalami gangguan (trouble). Sabtu 5/9/2026.
KMP Nusa Makmur hari Sabtu 5 September 2026 , jam 08.05 wib baru saja berangkat dari dermaga 1 pelabuhan Ketapang Banyuwangi, beberapa menit dari dermaga harus kembali ke pelabuhan Ketapang, akibat trouble. Di duga trouble di mesin kapal .
Kekecewaan para penumpang pecah ketika kapten Kapal Kmp Nusa Makmur John A Mantow mengumumkan lewat pengeras suara permohonan maaf kepada penumpang KMP Nusa Makmur bahwa kapal tidak bisa melanjutkan perjalanan ke pelabuhan Gilimanuk Bali, harus balik lagi ke dermaga pelabuhan Ketapang karena mengalami trouble, langkah ini di lakukan demi keselamatan para penumpang.
Gangguan tersebut menyebabkan perjalanan kapal harus ditunda sementara demi memastikan kondisi kapal dan keselamatan para penumpang.
Salah satu penumpang yg tidak mau di sebutkan namanya menyampaikan kekecewaan nya dengan wajah murung karna dia harus segera nyampai Badung Bali perihal pekerjaannya ,dan dia menyebutkan kan mungkin langkah ini di ambil lebih tepat oleh kapten kapal,dari pada terombang – ambing di tengah laut itu akan membahayakan keselamatan para penumpang dan ucap syukur Alhamdulillah kita semua masih di berikan keselamatan,amin ” ungkapnya.
- Advertisement -

Pihak ASDP Pelabuhan Ketapang membenarkan kejadian tersebut. Menurut ASDP, KMP Nusa Makmur mengalami gangguan mesin yang mengakibatkan mesin mati, sehingga kapal meminta izin kembali ke pelabuhan dalam kondisi darurat. Evakuasi penumpang kemudian dilakukan sesuai SOP dan berjalan lancar tanpa kendala. Seluruh penumpang dipindahkan ke KMP Gilimanuk 1 untuk melanjutkan perjalanan.
Alhamdulillah evakuasi penumpang KMP Nusa Makmur ke kapal lain berjalan lancar dan hambatan.
- Advertisement -
Informasi terkait gangguan KMP Nusa Makmur ini menjadi perhatian pengguna jasa penyeberangan yang hendak menuju Bali melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Hingga berita ini ditulis, informasi mengenai jenis gangguan teknis serta kapan penyeberangan kembali normal masih menunggu keterangan resmi dari pihak terkait.
Pengguna jasa di himbau tetap mengikuti informasi dan arahan petugas di Pelabuhan Ketapang serta tidak memaksakan perjalanan sebelum kapal dinyatakan aman untuk beroperasi.
Pewarta. M. Tauhid



