Keluhan Pelayanan Rawat Inap RSU Ketus Beredar di Media Sosial, Pasien Singgung Penggunaan BPJS
Lumajang ,(Jatim Rasionews.com) Keluhan mengenai pelayanan rawat inap di salah satu rumah sakit umum (RSU) di Kabupaten Lumajang menjadi perhatian setelah beredar melalui media sosial Facebook,pada Hari Rabu(2/9/2026)
Keluhan tersebut disampaikan melalui akun/grup Facebook Sambat Bunda oleh pengguna bernama Mala Khan. Dalam unggahannya, Ia menceritakan pengalamannya saat mendampingi ibu mertuanya yang sedang sakit dan menjalani perawatan.
Dalam unggahan tersebut, Mala Khan awalnya mengaku sempat membaca postingan mengenai pelayanan rawat inap di rumah sakit yang disebut kurang baik.
“Kemarin ada postingan kalau pelayanan rawat inap di RSU ketus. Ku pikir ya perawat juga manusia, ada mood-nya juga, atau ketusnya gimana dulu apa mungkin kitanya yang baperan,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Namun, setelah mengalami sendiri saat menjaga ibu mertuanya yang sedang sakit, Ia mengaku mulai memahami keluhan yang sebelumnya beredar.
- Advertisement -
“Dan ternyata sekarang aku ngalamin sendiri pas jaga ibu mertuaku sakit, ternyata emang gitu ya..,” lanjutnya.
Dalam unggahan yang sama, Ia juga mempertanyakan apakah pengalaman tersebut berkaitan dengan pasien yang menggunakan layanan BPJS Kesehatan.
“Apa karna cuma pake BPJS ya,” tulis Mala Khan.
- Advertisement -
Unggahan tersebut mendapat perhatian pengguna media sosial dan memunculkan sejumlah komentar dari warganet.
Keluhan yang disampaikan melalui media sosial tersebut menjadi masukan bagi pihak rumah sakit untuk mengevaluasi pelayanan, khususnya dalam hal komunikasi dan sikap petugas kepada pasien maupun keluarga pasien.
Saat dikonfirmasi Pada Hari Kamis(3/9/2026) melalui whatsApp terkait keluhan pelayanan yang beredar tersebut, Direktur RSUD Haryoto Lumajang dr. Wawan Arwijanto menyampaikan bahwa pihak rumah sakit telah memberikan tanggapan atas persoalan tersebut.
“Sudah kami berikan tanggapan. Selanjutnya kami berikan pembinaan kepada para petugas,” ujar Wawan melalui pesan WhatsApp.
Pihak rumah sakit pun diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pasien tanpa membedakan metode pembiayaan, termasuk pasien pengguna BPJS Kesehatan maupun pasien umum.***
(Kib)



