Jatim.Rasionews.com|BANYUWANGI – Kemacetan parah kembali menghantam jalur menuju Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Banyuwangi. Antrean kendaraan mengular hingga belasan kilometer dan membuat perjalanan para pengguna jalan tersendat. Jumat 4/9/2026
Kepadatan didominasi kendaraan logistik, terutama truk yang hendak menyeberang menuju Gilimanuk, Bali. Sejumlah pengemudi bahkan harus menunggu berjam-jam akibat panjangnya antrean.
Kondisi ini bukan persoalan sehari dua hari. Antrean kendaraan dilaporkan telah berlangsung lebih dari sepekan. Para sopir mengeluhkan membengkaknya biaya operasional, mulai dari bahan bakar, makan hingga kebutuhan selama menunggu antrean.
Kemacetan juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan sektor pariwisata Banyuwangi Utara. Jalur utama menuju sejumlah destinasi wisata ikut terdampak karena dipenuhi kendaraan yang mengantre menuju pelabuhan. Bahkan, pelaku wisata melaporkan penurunan jumlah kunjungan secara drastis.
Untuk mengurai kepadatan, ASDP mengoperasikan kapal berkapasitas besar dengan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB). Sejumlah kapal tambahan dikerahkan agar proses bongkar muat dan keberangkatan dapat berlangsung lebih cepat.
- Advertisement -
Sebelumnya, puluhan sopir truk juga sempat melakukan aksi protes di akses masuk Pelabuhan Ketapang. Akses kemudian kembali dibuka setelah terdapat kesepakatan antara para sopir dengan operator pelabuhan dan regulator terkait percepatan pelayanan serta penambahan kapal.
Kini masyarakat menunggu langkah konkret agar “macet horor” Ketapang segera terurai dan jalur utama Banyuwangi–Bali kembali normal.
- Advertisement -
Pewarta. M. Tauhid



