PG Jatiroto Tembus 8.085 TCD, Pelayanan Petani dan Keamanan Diperkuat
LUMAJANG, Jatim Rasionews.com |Pabrik Gula (PG) Jatiroto mencatat peningkatan kapasitas giling hingga 8.085 ton cane per day (TCD) pada 9 Agustus 2026. Peningkatan kapasitas tersebut seiring tingginya pasokan tebu dari petani tebu rakyat (TR) memasuki puncak musim panen.

Asisten Manajer Tanaman PG Jatiroto, Mukhammad Zamrozy, mengatakan capaian tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kepada petani tebu di Lumajang.
“Ini bentuk pelayanan kita kepada petani. Tebu merupakan salah satu komoditas andalan Lumajang. Pada bulan seperti ini euforia panen tebu petani sangat tinggi, sehingga kita berupaya meningkatkan kapasitas agar tebu petani bisa terserap dengan baik,” ujar Zamrozy.
- Advertisement -
Menurutnya, peningkatan kapasitas dilakukan melalui koordinasi antara bagian tanaman, teknik, pengolahan, TUK dan bagian terkait lainnya.
Zamrozy menjelaskan, tingginya minat petani mengirim tebu ke PG Jatiroto juga didukung pengaturan pola tebang dan jadwal penerimaan.
“Kita menata pola tebang dengan baik. Ada penjadwalan mana yang tebang, mana yang belum dan mana yang harus didahulukan,” jelasnya.
- Advertisement -
Selain itu, PG Jatiroto memberikan pendampingan kepada petani mulai dari budidaya hingga panen begitu juga dengan pembiayaannya. Dukungan tersebut antara lain melalui program CPCL untuk kebutuhan bibit, KUR untuk biaya garap, untuk bantuan biaya tebang, serta kelancaran pembayaran DO petani.
“Jadi mulai tahap awal sampai akhir kita memfasilitasi kebutuhan petani,” katanya.
Terkait target ke depan, Zamrozy berharap kapasitas giling di atas 8.000 TCD dapat dipertahankan dan tidak menutup kemungkinan meningkat menuju 9.000 TCD.
“Kita jaga bersama antara bagian tanaman, pengolahan, teknik, keuangan, TUK dan pelayanan kepada petani agar tetap harmonis di angka 8.000 lebih. Semoga bisa 9.000, bismillah tanpa kendala,” ujarnya.

Sementara itu, Slamet Riyadi.,S.H., M.M.Perwira Keamanan PT SGN PG Djatiroto yg Berprofesi sbg Advokat Anggota PERADI SAI Malang Raya. mengatakan peningkatan kapasitas giling juga diikuti bertambahnya jumlah armada pengangkut tebu.
Menurutnya, pihak keamanan setiap hari berkoordinasi dengan bagian terkait untuk mengatur kendaraan agar tetap tertib dan seluruh angkutan dapat terlayani.
“Kita selalu koordinasi. Kita lihat berapa armada yang masuk dan apakah kapasitas parkir cukup. Kemudian kita tata agar tertib, rapi dan seluruh angkutan tebu bisa tertampung,” kata Slamet.
Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah armada, PG Jatiroto juga menyiapkan penambahan lahan parkir dengan kapasitas sekitar 200 truk.
“Lahan parkir tambahan ini kita persiapkan untuk mengantisipasi parkir yang tidak teratur di jalan. Memang jumlah angkutan yang datang semakin banyak, sehingga fasilitas parkir perlu kita tambah,” jelasnya.
Slamet memastikan hingga saat ini antrean kendaraan masih dapat dikendalikan berdasarkan urutan kedatangan.
“Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada kendala. Memang jumlah angkutan akhir-akhir ini melebihi kapasitas, sehingga sopir harus menunggu sesuai urutan antrean,” pungkasnya.
Peningkatan kapasitas giling hingga 8.085 TCD tersebut menjadi bagian dari upaya PG Jatiroto menjaga kelancaran penyerapan tebu petani sekaligus meningkatkan pelayanan selama musim giling 2026.
(Rokib)



