Kebakaran Hutan di Gunung Pucang Rangga Berhasil Dipadamkan, Dua Hektare Lahan Terbakar
Lumajang, Jatim Rasionews.com| Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Petak 15A dan Petak 15B2 RPH Bago BKPH Pasirian, Blok Gunung Pucang Rangga, Desa Condro, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Berkat kerja cepat tim gabungan, kobaran api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar dua jam sehingga tidak meluas ke kawasan hutan maupun permukiman warga.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 17.40 WIB setelah seorang warga, Wawan Sugiarto, melihat kepulan asap dari kawasan Gunung Pucang Rangga. Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada BKPH Pasirian, BPBD Kabupaten Lumajang, Koramil Pasirian, Polsek Pasirian, dan Pemerintah Desa Condro.
“Begitu menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan Perhutani, TNI, Polri, pemerintah desa, serta mengerahkan satu regu TRC BPBD Kabupaten Lumajang menuju lokasi untuk membantu proses pemadaman,” ujar Isnugroho.
Sesampainya di lokasi, petugas gabungan bersama masyarakat melakukan pemadaman secara manual menggunakan gepyok dari ranting basah, cakar besi, serta membuat sekat bakar guna mencegah api merambat ke area hutan yang lebih luas.
“Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 20.00 WIB dan seluruh rangkaian pemadaman selesai pada pukul 20.15 WIB. Alhamdulillah kondisi di lapangan aman, lancar, dan kondusif,” jelasnya.
- Advertisement -

Berdasarkan hasil pendataan, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar dua hektare. Area yang terdampak didominasi semak belukar, ilalang, rumput, serta tumpukan daun kering di bawah tegakan pohon jati dan johar.
Isnugroho menjelaskan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari gesekan bebatuan yang jatuh hingga memicu percikan api pada daun dan ilalang kering. Kondisi musim kemarau dengan cuaca panas turut mempercepat penyebaran api.
- Advertisement -
“Musim kemarau membuat vegetasi menjadi sangat kering sehingga mudah terbakar. Dugaan sementara pemicunya berasal dari gesekan bebatuan yang mengenai ilalang dan daun kering,” ungkapnya.
Ia menambahkan, titik kebakaran berada sekitar 1,5 kilometer dari permukiman warga sehingga tidak sampai mengancam keselamatan masyarakat. Dalam kejadian tersebut juga dipastikan tidak ada korban jiwa.
“Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Hindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran di kawasan hutan dan segera laporkan apabila melihat adanya titik api atau kepulan asap agar dapat segera ditangani sebelum meluas,” pungkas Isnugroho.
(Rokib)




