Jatim.Rasionews.com |Banyuwangi – Ribuan massa yang tergabung dalam Serikat Buruh Tambang Banyuwangi (Serbuwangi) menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Mapolresta Banyuwangi, Bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara, aksi ini menarik perhatian karena massa membawa dua keranda mayat sebagai simbol matinya rasa keadilan dalam penegakan hukum di Jalan raya berawijaya tepatnya Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur Hari senin (29-06-2026).
Massa menuntut kepastian hukum atas dugaan aktivitas pertambangan Galian C ilegal yang telah dilaporkan sejak Juli 2025. Hingga hampir satu tahun berlalu, pelapor mengaku belum menerima perkembangan maupun kepastian mengenai penanganan laporan tersebut.
“Dalam orasinya, Kuasa Hukum Serbuwangi, Nanang Slamet, S.H., M.Cq., menilai penanganan perkara pertambangan di Banyuwangi terkesan tebang pilih”.

“Nanang Selamet, S.H., M.Cq., sebagai Kuasa Hukum juga mendesak aparat penegak hukum bertindak profesional, transparan, dan menindak seluruh pelanggaran tanpa membedakan status maupun pengaruh pelaku,” Ucapnya.
Menanggapi aksi tersebut, Kasat Samapta Polresta Banyuwangi, Basori, menyampaikan permohonan maaf karena Kapolresta Banyuwangi tidak dapat menemui massa. kasat Basori Kapolresta sedang berada di Magelang karena sedang berduka.
- Advertisement -
Usai berunjuk rasa di Mapolresta, massa melanjutkan aksi ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi, kemudian ke Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, dan berakhir di Gedung DPRD Banyuwangi.
Di DPRD, para pengunjuk rasa diterima oleh anggota dewan, Suwito
“Suwito menyatakan siap menampung aspirasi masyarakat serta membuka ruang dialog untuk membahas persoalan yang disampaikan”.
“Suwito juga menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat harus diperlakukan secara adil tanpa membedakan serta tidak akan Tebang pilih dalam menyelesaikan polemik permasalahan yang terjadi saat ini maupun lanjut kedepan nya,” Jelas Suwito.
- Advertisement -
Aksi berlangsung secara damai dengan pengawalan aparat kepolisian hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Reporter: Supartono.




