Penambahan SPPG Picu Kenaikan Sampah Hingga 10 Persen di Lumajang
Jatim Rasionews.com Lumajang | Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang mencatat adanya peningkatan volume sampah sekitar 10 persen seiring bertambahnya operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah wilayah.
Sekretaris DLH Kabupaten Lumajang, Agus Rohman Rozak, mengatakan saat ini terdapat sekitar 55 SPPG yang beroperasi, dengan konsentrasi terbanyak berada di wilayah perkotaan. Setiap SPPG melayani sekitar 2.000 hingga 3.500 porsi makanan per hari.
“Terakhir itu sekitar 55 SPPG. Yang paling banyak di kota. Melayani 2.000 sampai 3.500 porsi,” ujar Rozak.
Menurutnya, dari aktivitas tersebut timbul tambahan sampah berupa tiga hingga lima kantong plastik besar per lokasi setiap hari. Sampah yang diangkut DLH mayoritas merupakan sampah kering, sedangkan sisa makanan diimbau untuk diolah secara mandiri.
DLH mendorong pengelola SPPG melakukan pemilahan sampah sejak awal, khususnya sampah organik yang dapat dimanfaatkan melalui metode waste to feed atau pengolahan menjadi pakan ternak dan ikan.
- Advertisement -
“Kalau sisa nasi kan bisa diolah. Yang organik pakai metode waste to feed, untuk pakan ikan maupun ayam,” katanya.
Rozak menyebut sejumlah SPPG telah menerapkan pengolahan sampah organik secara mandiri sehingga volume sampah yang dibuang menjadi lebih sedikit dan hanya menyisakan residu.
Selain mengurangi beban lingkungan, langkah tersebut juga dinilai dapat menekan biaya retribusi sampah. “Semakin kecil sampahnya, retribusinya semakin kecil. Ini merupakan peluang,” jelasnya.
- Advertisement -
(Kib)




