Banjir Rendam Ratusan Rumah di Sukodono Lumajang, BPBD Turunkan Tim Evakuasi
Jatim Rasionews.com LUMAJANG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Senduro, Gucialit, dan Pasrujambe sejak Kamis malam (14/5/2026) mengakibatkan banjir melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jumat dini hari (15/5/2026).
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lumajang mulai melakukan monitoring sejak pukul 00.10 WIB setelah menerima laporan adanya peningkatan debit air di Dam Kedungsangku serta jebolnya tanggul Sungai Menjangan di Desa Kutorenon.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnu Groho, mengatakan hujan berintensitas sedang hingga deras mulai terjadi sejak Kamis pukul 19.00 WIB di wilayah Desa Ranupane Kecamatan Senduro, Desa Pakel Kecamatan Gucialit dan sekitarnya.
“Sekitar pukul 23.30 WIB hujan deras masih berlangsung di wilayah Gucialit. Kemudian pukul 00.30 WIB Dam Kedungsangku mengalami kenaikan debit dengan limpasan mencapai 200 sentimeter,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi semakin parah sekitar pukul 00.40 WIB saat limpasan Dam Kedungsangku meningkat hingga 300 sentimeter dan meluber ke kawasan permukiman warga.
- Advertisement -

“Pada pukul 01.30 WIB air mulai masuk ke rumah warga di Gang Kemiri Dusun Biting I dengan ketinggian mencapai sekitar 120 sentimeter,” tambahnya.
BPBD menyebut banjir dipicu hujan deras yang berlangsung cukup lama di wilayah hulu meliputi Kecamatan Gucialit, Senduro, dan Pasrujambe, ditambah jebolnya tanggul Sungai Menjangan di Desa Kutorenon.
- Advertisement -
Akibat kejadian tersebut, sejumlah wilayah terdampak banjir genangan. Di Jalan Musi Dusun Sekarputih RT 01 RW 01 Desa Sumberejo Kecamatan Sukodono, air setinggi 20 sentimeter menggenangi enam halaman rumah warga sebelum berangsur surut.
Sementara di Dusun Biting I Gang Kemiri RT 04 RW 08 Desa Kutorenon, ketinggian air mencapai 50 hingga 120 sentimeter. Banjir juga terjadi di Dusun Krajan II RT 04 RW 05 Desa Kutorenon dengan ketinggian genangan antara 10 sampai 100 sentimeter.
“Untuk wilayah Dusun Biting RW 08, RW 09, dan RW 10 tercatat sekitar 300 kepala keluarga terdampak banjir. Empat warga dievakuasi menuju Puskesmas Sukodono,” jelas Isnu Groho.

Kerusakan dan dampak di sektor pertanian maupun peternakan saat ini masih dalam proses asesmen oleh DKPP Kabupaten Lumajang.
BPBD Kabupaten Lumajang bersama sejumlah instansi terkait langsung melakukan penanganan di lokasi. Upaya yang dilakukan di antaranya koordinasi dengan pemerintah desa, Forkopimca Sukodono, Dinsos P3A, PSC 119 Dinkes P2KB, hingga Dinas PUTR Kabupaten Lumajang.
Selain itu, BPBD juga mengirimkan regu siaga untuk melakukan asesmen dan membantu proses evakuasi warga terdampak banjir.
Sejumlah personel gabungan diterjunkan ke lokasi, di antaranya BPBD Kabupaten Lumajang, Koramil 0821/02 Sukodono, Polsek Sukodono, Dinsos P3A, PSC 119 Dinkes P2KB, Dinas PUTR, Satpol PP, Camat Sukodono, FAJI Kabupaten Lumajang, dan Bintang Timur Rescue.
BPBD juga telah menyalurkan bantuan awal berupa lauk pauk, tambahan gizi, dan makanan siap saji sebanyak 360 kaleng kepada warga terdampak.
“Kebutuhan mendesak saat ini berupa makanan, air mineral, dan rumput untuk pakan ternak warga,” pungkasnya
(Kib)




