Jatim.Rasionews.com|Surabaya — Insiden peluru nyasar yang melukai dua pelajar SMP Negeri 33 Gresik, Jawa Timur, mulai menjadi sorotan publik kini PASMAR 2 membuka secara transparan hasil penangan,mediasi sekaligus mengevaluasi prosedur latihan menembak yang berlangsung di dekat kawasan pendidikan Minggu (12/04/2026)
Komandan Pasmar 2, Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto, memastikan investigasi & pemeriksaan masih berjalan dengan menitikberatkan pada uji balistik dan pengumpulan data teknis. Namun di balik itu, tekanan publik menguat agar hasil investigasi tidak berhenti.
” amunisi diperiksa dan akan diuji tembak untuk memastikan dengan dinas senjata, jangkauan peluru. Menurut Spesifikasi jarak efektif itu 400 meter, “ujarnya
- Advertisement -
” Jika di ruangan hampa hasil uji coba peluru di tembak lurus akan jatuh di 1600meter maksimal akan melemah dan jatuh,” tambahnya
Fakta bahwa lokasi latihan tembak berstandar internasional dan berada sekitar 2,3 kilometer dari sekolah, dan lokasi latihan di kelilingi tanggul tinggi 8 meter dan dibelakangnya ada bukit apakah sejauh itu peluru nyasar kesana.
Dan setelah kejadian tetap di jalankan latihan menembak dan event menembak.
- Advertisement -
Untuk memperkuat hasil investigasi, Pasmar 2 menggandeng PT Pindad (Persero) serta sejumlah ahli independen. Keterlibatan pihak eksternal ini diharapkan mampu menguji secara objektif kemungkinan peluru keluar dari lintasan aman hingga mencapai lingkungan sekolah.
Di sisi lain, jalur hukum tetap berjalan melalui Pom KODAERAL V Proses ini menjadi penentu.
Sementara itu, penanganan korban masih berlangsung. Salah satu korban telah menerima perawatan medis dan santunan, sedangkan komunikasi dengan korban lainnya masih diupayakan.
Bantuan perawatan, pengobatan dan penanganan korban adalah murni empati kepada masyarakat.
Karena proses penyelidikan masih berjalan dan belum bisa dipastikan.
Insiden yang terjadi pada Rabu (17/12/2025) itu menimpa dua siswa, DF (14) dan RO (15), saat kegiatan sekolah berlangsung. Keduanya sempat menjalani perawatan intensif di RS Siti Khodijah Sepanjang.
Kasus ini menjadi alarm bagi pengelolaan latihan militer di wilayah padat penduduk.
Untuk lebih di perhatikan Publik meminta evaluasi menyeluruh dan transparansi hasil investigasi, agar kepercayaan publik terhadap aspek keselamatan latihan tidak tergerus.
Kin




