Jatim.Rasionews.com|BANYUWANGI – Menyusul pemberitaan yang menyebut keberadaan seorang pria yang mengatur lalu lintas di Simpang Empat SMPN 1 Banyuwangi sebagai pak ogah beratribut mirip polisi dan menimbulkan keresahan, sejumlah warga sekitar justru memberikan kesaksian berbeda.
Seorang warga setempat bernama Gendon menilai kehadiran pria tersebut sangat membantu kelancaran lalu lintas, terutama pada jam-jam padat kendaraan di pagi dan sore hari.
“Justru warga yang lewat sini sangat bersyukur. Bisa dibilang sangat membantu Satlantas. Sejak dia sering mengatur lalu lintas, jarang sekali terjadi kemacetan apalagi kecelakaan. Dan yang penting, dia tidak pernah meminta-minta,” ujar Gendon, Sabtu (03/01/2026).
Menurut Gendon, selama ini pria tersebut dikenal sebagai sosok sukarelawan yang peduli keselamatan pengguna jalan. Ia sering membantu menyeberangkan pelajar SMPN 1 Banyuwangi serta mengurai kepadatan kendaraan tanpa meminta imbalan.
“Kalau tidak ada dia, sering macet parah, apalagi jam masuk sekolah dan pulang kerja. Kehadirannya justru sangat dirasakan manfaatnya oleh warga,” imbuhnya.
- Advertisement -
Sejumlah pengendara yang ditemui di lokasi juga mengungkapkan hal senada. Mereka menilai keberadaan pria tersebut membantu memperlancar arus lalu lintas di persimpangan yang dikenal padat dan rawan kemacetan.
“Saya tiap hari lewat sini. Selama ini aman-aman saja, malah jadi lebih tertib. Tidak pernah ada kejadian kecelakaan,” ujar salah seorang pengendara.
Terkait atribut yang dikenakan, warga menilai hal tersebut semata-mata agar dirinya lebih terlihat oleh pengguna jalan sehingga pengaturannya lebih diperhatikan, bukan untuk mengaku sebagai anggota kepolisian.
- Advertisement -
Hingga saat ini, situasi lalu lintas di Simpang Empat SMPN 1 Banyuwangi terpantau relatif lancar dan terkendali. Warga berharap pihak terkait dapat melakukan penilaian secara objektif dengan mempertimbangkan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat,ttbe sembari tetap mengedepankan aspek keselamatan dan ketertiban sesuai aturan yang berlaku.
Pewarta. M. Thauhid




