Lahan Warga di Prapelan Pasrujambe Terbakar, BPBD Lumajang Imbau Warga Waspada di Musim Kemarau
Lumajang,(Jatim Rasionews.com) Lahan milik warga di Dusun Prapelan, 18, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, terbakar pada pukul 18.00 wib di tengah kondisi musim kemarau. sabtu(15/8/2026)
Kebakaran tersebut berhasil dipadamkan oleh masyarakat bersama sejumlah petugas gabungan yang berada di lokasi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan, lahan yang terbakar merupakan lahan milik masyarakat.
Penanganan dilakukan secara bersama-sama sehingga api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke area lainnya.
“Yang terbakar itu lahan penduduk milik warga. Api bisa dipadamkan oleh masyarakat dan beberapa petugas gabungan di Dusun Prapelan, Pal 18, Pasrujambe,” ujar Isnugroho.
- Advertisement -
Menurutnya, kondisi musim kemarau membuat lahan dan semak-semak lebih mudah terbakar. Karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan maupun meluasnya api.
Isnugroho juga mengingatkan masyarakat, khususnya warga yang merokok, agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang terdapat semak kering maupun areal tanaman tebu.
“Harapan kita semua di musim kemarau ini, bagi masyarakat yang gemar merokok agar tidak membuang puntung rokok di semak-semak atau di areal kawasan tebu,” katanya.
- Advertisement -
Selain itu, masyarakat yang melakukan pembakaran sampah diimbau tidak meninggalkan lokasi sebelum api benar-benar padam.
Hal tersebut penting dilakukan mengingat bara api yang masih tersisa dapat kembali menyala dan berpotensi memicu kebakaran.
“Apabila melakukan pembakaran sampah, agar ditunggu hingga api benar-benar padam,” tegasnya.
BPBD Kabupaten Lumajang mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan selama musim kemarau.
Pencegahan sejak dini dinilai sangat penting untuk mengurangi risiko kebakaran lahan yang dapat mengancam permukiman maupun kawasan pertanian.
Dengan adanya kejadian tersebut, masyarakat diharapkan semakin berhati-hati dalam menggunakan api dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di lahan terbuka yang kondisinya mudah terbakar saat musim kemarau.***
(Kib)



