Karhutla Hutan Lindung Ranuyoso, Dua Titik Api Padam, Area Terdampak Diperkirakan 2 Hektare
Lumajang ,(Jatim Rasionews.com) Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di kawasan Hutan Lindung Petak 12 RPH Ranuyoso, BKPH Klakah, KPH Probolinggo, Dusun Guntoran, Desa Ranubedali, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Sabtu (12/9/2026).
Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 18.30 WIB. Tim gabungan yang melakukan pemantauan menemukan dua titik api di kawasan hutan lindung tersebut.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan BPBD langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan pemantauan dan asesmen bersama unsur terkait
“Personel TRC BPBD Lumajang berangkat menuju wilayah Ranuyoso untuk melakukan koordinasi dengan tim gabungan, sekaligus melakukan pemantauan terhadap titik api dan kondisi di sekitar kawasan hutan,” ujar Isnugroho.
Menurutnya, penanganan melibatkan sekitar 17 personel gabungan yang terdiri dari petugas Perhutani, Polhut, Polsek Ranuyoso, Koramil Ranuyoso, BPBD Lumajang, relawan dan warga.
“Dari informasi petugas Perhutani ditemukan dua titik api. Namun sekitar pukul 22.00 WIB, kedua titik api tersebut dinyatakan padam dengan sendirinya,” jelasnya.
Isnugroho menyebut kondisi cuaca berkabut di lokasi turut membantu mencegah api menjalar lebih luas.
Meski demikian, petugas tetap melakukan pemantauan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.
“Cuaca di lokasi saat pemantauan berkabut sehingga api tidak menjalar. Berdasarkan informasi petugas di lapangan, dua titik api sudah padam,” katanya.
Berdasarkan asesmen sementara, area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 2 hektare.
Vegetasi yang terbakar meliputi alang-alang, semak belukar dan vegetasi hutan lainnya.
“Untuk penyebab kebakaran masih dalam proses asesmen oleh petugas Hutan Lindung KDPK,” terang Isnugroho.
Ia menambahkan, kondisi medan menjadi salah satu kendala dalam proses pemantauan. Lokasi kebakaran memiliki medan cukup curam dan terjal, ditambah hembusan angin yang cukup kencang.
“Medan di lokasi cukup curam dan terjal. Selain itu, angin yang bertiup kencang juga menjadi perhatian karena dapat memengaruhi pergerakan tim dalam melakukan penanganan,” ungkapnya.
BPBD Lumajang bersama unsur gabungan terus melakukan koordinasi dan pemantauan untuk memastikan kondisi kawasan tetap aman.
“BPBD tetap melakukan pemantauan dan koordinasi dengan Perhutani, Polsek, Koramil, relawan serta unsur Kecamatan Ranuyoso. Perkembangan penanganan juga terus kami laporkan,” pungkas Isnugroho.
BPBD Kabupaten Lumajang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, khususnya di tengah kondisi cuaca kering dan angin yang dapat mempercepat penyebaran api.**(Kib)




