Bupati Lumajang Komitmen Lestarikan Topeng Kaliwungu, Siapkan Regenerasi muda dan Dongkrak UMKM
Lumajang,Jatim Rasionews.com | Pagelaran Segoro Topeng Kaliwungu tahun ini tidak hanya menjadi pertunjukan seni budaya, tetapi juga menjadi momentum pelestarian Warisan Budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat Pemerintah Kabupaten Lumajang berkomitmen terus mengembangkan kesenian Topeng Kaliwungu melalui dunia pendidikan agar tetap lestari dan diwariskan kepada generasi muda.Minggu(28/6/2026)
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan konsep pagelaran tahun ini mengangkat kisah Kerajaan lamajang dalam bentuk drama kolosal yang digelar sebagai bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
“Hari ini menyajikan kisah tentang Kerajaan Lamajang. Ini merupakan drama kolosal Kharisma Event Nusantara yang digelar karena Kabupaten Lumajang diberikan kesempatan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Tujuannya tentu untuk melestarikan seni dan budaya yang ada di Kabupaten Lumajang. Topeng Kaliwungu merupakan Warisan Budaya yang harus kami jaga kelestariannya dan terus kami kembangkan. Itu menjadi syarat sekaligus komitmen yang disampaikan pemerintah pusat kepada kami sebagai tanggung jawab penyandang KEN. Ke depan kami akan terus mengembangkan kesenian ini melalui sekolah-sekolah,” ujar Bupati.
Menurutnya, pagelaran tahun ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Tidak hanya warga Lumajang, pengunjung dari luar daerah hingga wisatawan mancanegara turut hadir menyaksikan pertunjukan budaya tersebut.
- Advertisement -
“Luar biasa. Dari luar Kabupaten Lumajang juga banyak yang hadir. Bahkan turis dari beberapa negara juga datang. Dari Bali hadir rombongan yang dipimpin mantan Wakil Gubernur Bali periode 2018–2023, Prof. Tjok Ace. Bali hampir setiap tahun, pada momen ibadah umat Hindu, datang ke Pura Mandaragiri Agung yang menjadi kebanggaan masyarakat Bali sekaligus wisata religi di Kabupaten Lumajang,” katanya.
Ramainya pengunjung juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar lokasi acara.
“Luar biasa. Ribuan masyarakat yang datang tentu membelanjakan uangnya kepada para pedagang kaki lima dan UMKM. Saya tadi juga sempat bertanya kepada para pedagang, dan mereka menyampaikan hasil penjualannya meningkat berkali-kali lipat dibanding hari biasa,” ungkapnya.
- Advertisement -

Sebagai langkah keberlanjutan, Pemerintah Kabupaten Lumajang akan memperluas pengenalan Tari Topeng Kaliwungu melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah.
“Kami akan terus mengembangkan lewat sekolah-sekolah. Hari ini lembaga-lembaga pendidikan juga sudah mulai menjadikan Tari Topeng Kaliwungu sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Tadi kita melihat sendiri anak-anak SD, mulai kelas dua dan kelas tiga, sudah luar biasa memahami tari ini. Selain itu, sejarah Topeng Kaliwungu juga perlu terus disampaikan kepada anak-anak kita agar mereka mengenal warisan budayanya,” jelasnya.
Usai pagelaran, pemerintah bersama masyarakat juga berkomitmen menjaga kebersihan kawasan wisata dengan menggelar aksi bersih-bersih bersama.
“Di samping masyarakat desa yang sudah siap membersihkan lokasi, seluruh OPD dan camat yang hadir bersama saya juga akan melakukan bersih-bersih. Kebersihan menjadi salah satu tolok ukur agar destinasi wisata semakin dicintai masyarakat. Kami berkomitmen menjadikan Kabupaten Lumajang sebagai daerah tujuan wisata yang nyaman dan bersih,” pungkasnya.
(Rokib)




