Bunda Indah Soroti Pertokoan Sepi Di PB Sudirman, Penataan Kawasan Jadi Kunci Kebangkitan Ekonomi
Lumajang, (Jatim Rasionews.com) Potensi kawasan perdagangan di Jalan PB Sudirman, Kabupaten Lumajang, menjadi perhatian Bupati Lumajang Indah Amperawati.
Penataan lingkungan, dukungan infrastruktur, serta peningkatan aktivitas masyarakat dinilai perlu diperhatikan untuk membuka peluang kebangkitan pertokoan yang tidak lagi beroperasi.
Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan silaturahmi dan coffee morning Aston Inn Lumajang yang berlangsung di Peringgitan Rumah Dinas Bupati Lumajang, Jumat (9/10/2026).
Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu menilai, pengembangan kawasan perdagangan perlu dilakukan dengan pendekatan menyeluruh.
Keberadaan bangunan pertokoan saja tidak cukup untuk mendorong pertumbuhan ekonomi apabila tidak didukung lingkungan yang tertata dan aktivitas masyarakat yang berkelanjutan.
“Kalau kawasan tertata dengan baik dan aktivitas masyarakat semakin hidup, tentu akan ada peluang bagi usaha-usaha di sekitarnya untuk berkembang. Ini perlu kita pikirkan bersama agar kawasan perdagangan tetap memiliki daya tarik,” ujar Bunda Indah.
Menurutnya, kawasan PB Sudirman memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi ruang aktivitas masyarakat yang mampu mendukung pergerakan ekonomi lokal.
Karena itu, penataan kawasan dan pemenuhan kebutuhan infrastruktur perlu menjadi bagian dari perhatian dalam merancang pengembangan kawasan perkotaan.
Lingkungan yang nyaman dan tertata diharapkan dapat meningkatkan daya tarik kawasan bagi masyarakat. Kondisi tersebut juga berpotensi memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk kembali mengembangkan kegiatan perdagangan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.
Selain pembenahan infrastruktur, keterlibatan generasi muda melalui berbagai kegiatan dinilai dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan aktivitas di kawasan perkotaan.
Kegiatan yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat berpotensi menghadirkan ruang interaksi sekaligus mendorong pergerakan ekonomi di sekitarnya.
Meski demikian, menghidupkan kembali pertokoan yang tidak aktif membutuhkan langkah lebih jauh daripada sekadar menyelenggarakan kegiatan keramaian.
Perencanaan yang matang, penataan lingkungan, serta dukungan berbagai pihak diperlukan agar aktivitas kawasan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Pengembangan kawasan perdagangan juga perlu mempertimbangkan kebutuhan pelaku usaha dan masyarakat. Bagi pedagang, lingkungan yang mendukung dapat menjadi salah satu faktor untuk menarik konsumen.
Sementara bagi masyarakat, kawasan yang aktif dapat memperluas pilihan tempat berbelanja dan mendukung kegiatan ekonomi di lingkungan perkotaan.
Bunda Indah berharap potensi kawasan PB Sudirman dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat perekonomian lokal.
Sinergi antara penataan kawasan, aktivitas masyarakat, dan pertumbuhan usaha diharapkan mampu menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih dinamis.
Namun, realisasi pengembangan tersebut tetap membutuhkan perencanaan dan langkah konkret dari pihak-pihak terkait.
Dengan demikian, potensi kawasan PB Sudirman tidak hanya menjadi pembahasan, tetapi dapat diarahkan menjadi upaya nyata untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Lumajang.
Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap pengembangan kawasan perkotaan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, terutama dalam membuka peluang usaha, meningkatkan aktivitas perdagangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.***(Kib)




