Berlumpur dan Penuh Sorak, Kerap Kerbau Banyuputih Kidul Jadi Event Budaya Tahunan
Lumajang, (Jatim Rasionews.com) Lintasan berlumpur berubah menjadi arena adu cepat dalam tradisi kerap kerbau yang kembali digelar di Desa Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang.
Event budaya tahunan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Sabtu,Minggu, Senin (5/10/2026), dengan diikuti 52 peserta dari berbagai wilayah.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Peserta yang ambil bagian tidak hanya berasal dari Desa Banyuputih Kidul, tetapi juga datang dari sejumlah wilayah di luar desa.
Sejak pagi, warga terlihat antusias memadati sepanjang rute perlombaan. Mereka menyaksikan langsung aksi peserta sekaligus memberikan dukungan kepada tim yang bertanding.
Rute perlombaan memiliki panjang sekitar 100 meter, dengan titik start berada di sebelah selatan dan finish di sebelah utara.
Lintasan berlumpur membuat jalannya kerap kerbau semakin menarik perhatian penonton.
Ketika peserta mulai memacu kerbau, sorak-sorai warga terdengar di sepanjang lintasan. Dukungan dari masing-masing tim terus mengalir meskipun perlombaan berlangsung di bawah terik matahari.
Kepala Desa Banyuputih Kidul, Syamsul Arifin, mengatakan kerap kerbau merupakan tradisi yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam mempertahankan dan melestarikan budaya lokal.
“Ini merupakan kegiatan tahunan yang kami laksanakan bersama masyarakat. Antusiasme warga cukup tinggi, begitu juga dengan peserta yang datang dari luar Desa Banyuputih Kidul,” ujar Syamsul Arifin.
Ia menyebut pelaksanaan selama tiga hari menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat. Pemerintah desa berharap seluruh kegiatan dapat berjalan tertib dan lancar.
“Kami berterima kasih kepada seluruh peserta dan masyarakat yang ikut meramaikan serta menjaga kegiatan ini agar tetap berjalan dengan baik. Harapannya, tradisi kerap kerbau ini terus dilestarikan dan dapat menjadi bagian dari kegiatan budaya masyarakat Desa Banyuputih Kidul,” katanya.
Syamsul menambahkan, kerap kerbau bukan sekadar perlombaan atau tontonan. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum berkumpulnya masyarakat dan mempererat kebersamaan.
“Ini juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan gotong royong warga,” tambahnya.
Keramaian event budaya tersebut juga memberi ruang bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas ekonomi. Sejumlah warga memanfaatkan banyaknya pengunjung dengan membuka lapak dagangan dan menjalankan UMKM di sekitar lokasi.
Rudi (40), warga Desa Banyuputih Kidul, mengatakan keberadaan kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap pelaku usaha kecil.
“Alhamdulillah, ada acara ini bisa mengangkat UMKM,” ujar Rudi.
Menurutnya, kehadiran peserta dan penonton dari berbagai wilayah membuat lokasi kegiatan menjadi lebih ramai. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi warga untuk berjualan selama kegiatan berlangsung.
Rudi berharap kerap kerbau tetap menjadi event tahunan yang dipertahankan dan terus dikembangkan.
“Harapannya kegiatan ini tetap ada setiap tahun, sehingga budaya tetap berjalan dan UMKM masyarakat juga ikut bergerak,” ujarnya.
Dengan 52 peserta dari berbagai wilayah, kerap kerbau Desa Banyuputih Kidul kembali mendapat sambutan masyarakat. Tradisi tersebut menjadi perpaduan antara pelestarian budaya, hiburan rakyat, kebersamaan warga dan aktivitas ekonomi melalui UMKM.
Event tahunan ini diharapkan terus dipertahankan sehingga kerap kerbau tetap menjadi bagian dari budaya masyarakat Desa Banyuputih Kidul dan mampu memberikan manfaat bagi warga sekitar.**(Kib)




