Aktivitas Gunung Semeru Masih Siaga, 25 Kali Letusan Terekam Pagi Hingga Siang
Jatim Rasionews.com Lumajang |Aktivitas Gunung Semeru (3.676 mdpl) di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, masih berada pada Level III (Siaga). Berdasarkan laporan MAGMA-VAR periode pengamatan Jumat, 27 Februari 2026 pukul 06.00–12.00 WIB, tercatat puluhan aktivitas kegempaan yang didominasi gempa letusan.
Dalam periode enam jam tersebut, petugas mencatat 25 kali gempa letusan dengan amplitudo 10–22 mm dan durasi 64–160 detik. Selain itu, terjadi satu kali gempa guguran dengan amplitudo 7 mm dan durasi 46 detik. Tercatat pula tiga kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 30–35 mm, S-P 13–14 detik, serta durasi 42–83 detik.
Secara meteorologi, cuaca di kawasan gunung terpantau cerah, berawan, mendung hingga hujan. Angin bertiup lemah ke arah tenggara dengan suhu udara berkisar 20–26 derajat Celsius.
Namun secara visual, puncak gunung tertutup kabut 0-I hingga 0-III sehingga asap kawah maupun kolom letusan tidak dapat teramati. Tidak ada laporan visual terkait tinggi kolom abu karena kondisi puncak tertutup kabut tebal.
Hingga laporan ini disampaikan, tidak terdapat keterangan tambahan terkait perkembangan aktivitas lainnya.
- Advertisement -
Dengan status Level III (Siaga), masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar jarak tersebut, warga juga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak karena rawan bahaya lontaran batu pijar. Selain itu, warga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai-sungai kecil yang menjadi anak Sungai Besuk Kobokan.
- Advertisement -
Warga di sekitar lereng gunung diharapkan tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mematuhi seluruh rekomendasi resmi dari otoritas kebencanaan.
(Kib)




