Banjir Lahar Terjang Besuk Kobokan, Bupati Lumajang Pastikan Warga Aman dan Tetap Siaga
Lumajang, (Jatim Rasionews.com) Keselamatan warga di sekitar aliran lahar Gunung Semeru menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Lumajang, setelah banjir lahar dingin menerjang kawasan Besuk Kobokan, Senin (2/11/2026) dini hari.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, memastikan kondisi masyarakat di sekitar lokasi terdampak terpantau aman. Meski demikian, ia meminta warga untuk tidak lengah dan terus meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan di kawasan Semeru masih tinggi.
Kepastian itu disampaikan Bupati yang akrab disapa Bunda Indah, usai melakukan peninjauan langsung ke kawasan aliran Besuk Kobokan, Kecamatan Pronojiwo. Peninjauan dilakukan bersama Ketua DPRD Kabupaten Lumajang dan Komandan Kodim 0821/Lumajang, beberapa jam setelah banjir lahar terjadi sekitar pukul 00.14 WIB.
Dalam tinjauannya, Bupati memantau secara detail kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) serta infrastruktur pengendali lahar, termasuk sabo dam dan jalur kantong lahar yang ada di sepanjang Besuk Kobokan.
“Kami turun langsung untuk memastikan kondisi di lapangan. Alhamdulillah, kondisi warga saat ini aman. Namun, masyarakat tetap harus waspada karena curah hujan masih tinggi,” ujar Bunda Indah di sela peninjauan.
Menurutnya, banjir lahar yang terjadi dini hari tadi mengalir melalui jalur yang telah disiapkan pemerintah, sehingga tidak berdampak langsung terhadap permukiman warga.
Meski begitu, Pemkab Lumajang terus berkoordinasi intensif dengan BPBD, TNI-Polri, Balai Besar Wilayah Sungai, serta Pos Pengamatan Gunung Semeru untuk memantau perkembangan situasi secara real-time.
Bunda Indah secara khusus mengingatkan warga yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan rawan longsor untuk peka terhadap perubahan cuaca dan peningkatan debit air.
“Saya minta warga yang tinggal di sekitar aliran sungai jangan lengah. Ikuti terus arahan petugas di lapangan. Apabila ada tanda-tanda bahaya seperti suara gemuruh, air keruh disertai material kayu dan batu, segera menjauh dan cari tempat aman,” pesannya.
Sementara itu, sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana susulan, Pemkab Lumajang resmi menetapkan Status Keadaan Darurat Bencana Hidrometeorologi mulai 2 November 2026.
Penetapan status darurat ini menjadi payung hukum untuk mempercepat penanganan dan mitigasi bencana akibat cuaca ekstrem, termasuk banjir, banjir lahar, dan tanah longsor.
Di akhir kunjungannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat Lumajang untuk mengutamakan keselamatan jiwa di atas segalanya.
“Keselamatan adalah yang utama. Mari kita perkuat kewaspadaan, saling mengingatkan, dan tetap kompak. Terutama bagi warga yang bermukim di sepanjang sungai maupun kawasan rawan longsor,” pungkasnya.**(Kib)




