Jatim Rasionews.com|BANYUWANGI Proyek pembangunan / peningkatan jaringan irigasi tersier yang berlokasi di Desa Pendarungan, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi menjadi sorotan. Dari hasil cek lapangan warga dan tim monitoring, pekerjaan tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang tertuang dalam RAB. Kamis 24 sep,2026
Pantauan kami di lokasi pada Senin 21 September ditemukan beberapa kejanggalan:
1. Dimensi Pasangan Tidak Sesuai RAB
Tinggi dan lebar pasangan batu diduga tidak sesuai gambar kerja. Pasangan terlihat lebih tipis dan adukan semen tidak penuh.
2. Mutu Adukan dan Material Dipertanyakan
Campuran spesi (semen-pasir) terlihat rapuh, mudah rontok saat disentuh tangan. Penggunaan material batu dan pasir diduga bercampur tanah/lumpur, tidak dicuci bersih.
3. Finishing dan Konstruksi Tidak Rapi
Plesteran tidak merata, banyak rongga / kropos pada sisi pasangan. Pada beberapa titik, pasangan sudah terlihat retak rambut padahal proyek baru selesai.
4. Minim Pengawasan
Saat pengerjaan, warga mengaku jarang melihat konsultan pengawas maupun pengawas dari dinas terkait di lokasi, dan juga tanpa papan nama.

Warga berharap Dinas PU Pengairan / Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Banyuwangi selaku penanggung jawab teknis segera turun melakukan pemeriksaan.
“Kami sebagai petani penerima manfaat sangat dirugikan. Irigasi ini harapan kami untuk pengairan sawah, kalau baru jadi sudah seperti ini kualitasnya, kami khawatir tidak akan bertahan lama saat musim hujan,” ungkap salah satu warga Pendarungan yang enggan disebutkan namanya.
Pihak terkait diminta untuk:
1. Melakukan pengukuran ulang (opname) dan uji mutu pekerjaan.
2. Memerintahkan pelaksana untuk melakukan perbaikan sesuai spek RAB sebelum dilakukan Serah Terima (PHO).
3. Membuka transparansi RAB, termasuk papan nama proyek yang wajib terpasang di lokasi.
Hingga rilis ini diterbitkan, pelaksana proyek dan pihak dinas terkait belum dapat dikonfirmasi. Tim akan terus berupaya melakukan konfirmasi.
Tim.




