Karhutla TNBTS Melanda Tiga Blok, Dua Lokasi Berhasil Dipadamkan
Lumajang, (Jatim Rasionews.com ) Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di tiga titik kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), wilayah Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Sabtu (12/9/2026).
Kebakaran terjadi di Blok Krempelan, jalur pendakian Gunung Semeru dari Pos 2 menuju Pos 3, Desa Ranupani, serta Blok Po’o dan Blok Tanggul Asih di Desa Argosari.
Kalaksa BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan penanganan dilakukan secara gabungan bersama petugas TNBTS, relawan, TNI-Polri, Polhut, ABI Jatim, dan warga.
“Tim gabungan melakukan penanganan di beberapa titik. Untuk Blok Po’o, saat tim BPBD tiba sekitar pukul 12.00 WIB, kondisi api sudah padam,” ujar Isnugroho.
Sementara itu, di Blok Tanggul Asih, titik api baru diketahui sekitar pukul 13.20 WIB. Tim kemudian bergerak menuju lokasi dan melakukan pemadaman serta penyekatan agar api tidak merambat ke kawasan ladang warga.
“Di Blok Tanggul Asih, penanganan berhasil diselesaikan pada pukul 16.00 WIB. Setelah itu, tim kembali ke Mako pada pukul 17.00 WIB,” jelasnya.
Untuk wilayah jalur pendakian Gunung Semeru, sebagian titik api yang dapat dijangkau melalui jalur darat berhasil dikendalikan.
Namun, masih terdapat titik api di sekitar bukit ketiga dari arah Pos 2 yang berada di sisi jurang.
“Kendalanya medan cukup curam dan terjal, ditambah angin yang bertiup kencang sehingga menyulitkan tim dalam melakukan pemadaman,” terang Isnugroho.
Luas lahan yang terbakar di Blok Po’o diperkirakan mencapai 0,8 hektare, sedangkan Blok Tanggul Asih sekitar 1 hektare. Luasan terbakar di jalur pendakian Gunung Semeru masih dalam proses perhitungan petugas TNBTS.
Vegetasi yang terdampak antara lain pohon edelweis, cemara gunung, ranting, rumput genggeng, alang-alang, semak belukar, dan vegetasi hutan lainnya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Hingga Sabtu sore, kondisi api di Blok Tanggul Asih telah padam. Sementara di Blok Po’o masih terlihat kepulan asap tipis dari sisa vegetasi yang terbakar.
“Pemantauan tetap dilakukan sesuai kondisi di lapangan dan hasil koordinasi dengan petugas TNBTS. Penanganan lanjutan di jalur pendakian Gunung Semeru akan dilakukan pada Minggu (13/9/2026),” pungkas Isnugroho.**(Kib)




