PG Jatiroto Respons Keluhan Warga soal Jalan Diponegoro, Siap Koordinasi Perbaikan
Lumajang ,(Jatim Rasionews.com) Keluhan masyarakat terkait kondisi Jalan Diponegoro, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, mendapat respons dari pihak Pabrik Gula (PG) Jatiroto.
Sebelumnya, warga menanam pohon pisang di bagian jalan sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan yang dinilai mengganggu dan membahayakan pengguna jalan.
Mewakili managemen PT SGN PT Djatiroto Perwira Keamanan PG Jatiroto, Slamet Riyadi, mengatakan pihaknya mendapat laporan dari warga terkait jalan Diponegoro Desa Jatiroto keluhan tersebut dan langsung melakukan koordinasi.
“Kami mendengar keluhan masyarakat terkait Jalan Diponegoro yang ditanami pohon pisang di tengah jalan. Setelah mengetahui persoalan tersebut, kami langsung mencari informasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait,” ujar Slamet.
Menurutnya, lokasi yang dikeluhkan berada di wilayah Jatiroto, tepatnya lingkungan RT 01, RT 02, dan RT 03 RW 08. Persoalan tersebut kemudian disampaikan kepada pimpinan PG Jatiroto untuk mendapatkan tindak lanjut.
- Advertisement -
“Saya melaporkan kepada pimpinan atas Permasalahan Sosial yang terjadi di Dusun Sembon Rt 01- 02- dan 03 Rw Rw 08 tentang keluhan Warga masyarakat terhadap pemerintah atas fasititas Jalan yang rusak berat tidak segera di tanggapi Oleh Pemerintah. Sampai Warga masyarakat dengan spontanitas Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan , ini yg membuat Pimpinan PG Djatiroto merespons Cepat mencari Solusi untuk mengambil langkah cepat merintahkan kami untuk koordinasi dengan pelaksanan dilapangan untuk melakukan perbaikan Jalan yang rusak ,”Jelasnya.
Ia menegaskan, Jalan Diponegoro tersebut bukan merupakan jalan milik atau berada di dalam area PG Jatiroto. Jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang digunakan untuk kepentingan umum.
“Ini jalan kabupaten, bukan jalan PG. Jalan ini untuk kepentingan umum dan berada di luar area PG Jatiroto,” tegas Slamet.
- Advertisement -
Selain digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari, jalan tersebut juga menjadi akses bagi para petani tebu yang mengangkut hasil panennya untuk dijual ke PG Jatiroto.
“Jalan ini juga menjadi akses para petani tebu yang menjual tebunya ke PG Jatiroto. Selain itu digunakan truk dan kendaraan masyarakat lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua RW setempat, Erik, mengatakan keluhan mengenai kondisi jalan tersebut memang sudah disampaikan masyarakat kepada dirinya sebagai pengurus lingkungan.

Menurut Erik, aksi warga menanam pohon pisang di tengah jalan merupakan bentuk spontanitas akibat kondisi jalan yang dinilai sudah mengganggu pengguna jalan.
“Ini sebetulnya spontanitas dari warga. Mereka sudah cukup lama merasakan kondisi jalan seperti ini. Apalagi di sini pernah terjadi kecelakaan yang tentunya sangat mengkhawatirkan bagi pengguna jalan,” ujar Erik.
Sebagai Ketua RW, Erik mengaku tidak bisa hanya diam ketika masyarakat menyampaikan aspirasi terkait kondisi fasilitas umum di wilayahnya.
“Sebagai RW tentunya saya mendukung aspirasi warga. Kalau ada keluhan dari masyarakat, saya tidak mungkin hanya diam. Aspirasi itu harus kami sampaikan dan kami upayakan penyelesaiannya,” katanya.
Ia menyebut, persoalan tersebut kemudian dikonsultasikan kepada kepala desa. Dari koordinasi tersebut, pihak PG Jatiroto menjadi salah satu pihak yang lebih dahulu merespons keluhan masyarakat.
“Segala upaya kami konsultasikan kepada kepala desa. Setelah itu akhirnya pihak PG Jatiroto yang turun dan pertama merespons keluhan warga,” ungkapnya.
Dengan adanya respons dari PG Jatiroto dan koordinasi bersama pemerintah desa serta masyarakat, warga berharap kondisi Jalan Diponegoro dapat segera ditangani sehingga aktivitas masyarakat dan mobilitas petani dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.***(Kib)



