Karnaval Pawai Budaya Klakah Semarakkan HUT ke-81 RI, Angkat Keberagaman Tradisi dan Kreativitas Warga
Lumajang,(Jatim Rasionews.com ) Suasana meriah mewarnai jalur utama Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Sabtu (5/9/2026) siang.
Ribuan warga memadati sepanjang jalan untuk menyaksikan Karnaval dan Pawai Budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Kegiatan yang digelar Panitia Peringatan Hari Besar Nasional (PPHN) 2026 Kecamatan Klakah tersebut diikuti sebanyak 27 kontingen. Peserta terdiri dari tiga regu kategori SD/MI dan 24 regu kategori umum.
Beragam kreativitas ditampilkan peserta, mulai dari seni budaya, tradisi lokal hingga berbagai bentuk kreasi masyarakat.
Penampilan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang memadati jalur karnaval.
- Advertisement -
Karnaval diberangkatkan sekitar pukul 13.00 WIB dari depan Stadion Klakah. Pengibaran bendera start dilakukan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Klakah.
Para peserta kemudian menempuh rute sekitar tiga kilometer, melintasi wilayah Desa Mlawang dan Desa Klakah, sebelum berakhir di kawasan Stasiun Klakah.
Sepanjang perjalanan, panitia menyediakan tiga titik utama untuk peserta menampilkan atraksi, yakni di kawasan start, depan Balai Desa Klakah di Dusun Linduboyo, serta kawasan menjelang garis finis.
- Advertisement -
Setiap kontingen diberikan waktu maksimal 12 menit untuk menampilkan atraksi. Pengaturan tersebut dilakukan agar rangkaian kegiatan tetap tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas maupun kenyamanan masyarakat.
Camat Klakah, Dadang Arifin Prestiawan, SSTP., M.AP., mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya lokal.
“Lebih dari sekadar hiburan, kegiatan ini merupakan bentuk penerjemahan nyata dari visi dan misi Pemerintah Kabupaten Lumajang, Asta Cita Nararya,” ujar Dadang.
Menurutnya, melalui kegiatan seni dan budaya, potensi lokal masyarakat dapat terus dikembangkan sekaligus menjadi ruang bagi komunitas untuk berkreasi.
“Di dalamnya ada semangat mewujudkan Lumajang Eksotik melalui pengembangan potensi seni dan budaya, Lumajang Peduli melalui pemberdayaan komunitas, serta menjaga iklim Lumajang Aman,” jelasnya.
Dadang menambahkan, peringatan HUT ke-81 RI menjadi momentum penting untuk memperkuat rasa persatuan dan nasionalisme masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Klakah.
“Kita ingin melalui peringatan HUT ke-81 RI ini rasa kebangsaan dan cinta tanah air warga Klakah semakin kuat. Seni dan budaya merupakan salah satu perekat sosial yang sangat kuat,” katanya.
Peserta diminta jaga ketertiban untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tetap mengedepankan nilai budaya, PPHN 2026 menerapkan sejumlah ketentuan kepada seluruh peserta.
Panitia melarang adanya penampilan yang mengandung unsur pornografi, pornoaksi maupun materi yang berpotensi menyinggung suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).
Peserta juga diminta menghormati nilai-nilai keagamaan selama kegiatan berlangsung. Salah satunya dengan mematikan seluruh pengeras suara ketika azan berkumandang maupun saat rombongan melintas di depan rumah ibadah.
“Ketentuan ini dibuat demi kenyamanan dan ketertiban bersama. Ini merupakan hajatan masyarakat, sehingga mari kita sama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas, baik selama kegiatan maupun setelah acara selesai,” tegas Dadang.
Dari sisi pengamanan, pelaksanaan karnaval telah dikoordinasikan dengan sejumlah unsur terkait. Panitia berkoordinasi dengan Polsek Klakah, Koramil Klakah, Pemerintah Desa Mlawang dan Pemerintah Desa Klakah.
Selain pengamanan, layanan kesehatan juga disiapkan di sepanjang jalur karnaval. Tim kesehatan dari Puskesmas Klakah disiagakan untuk memberikan pelayanan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
Dengan dukungan lintas sektor tersebut, Karnaval Budaya Klakah 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat persatuan, melestarikan budaya dan menunjukkan kreativitas lokal.
Semarak karnaval menjadi gambaran bahwa keberagaman tradisi dan kreativitas masyarakat dapat berjalan beriringan dengan semangat kebangsaan dalam suasana yang tertib dan kondusif.**(Kib)



