Tumpeng Raksasa 6 Meter di Kalidilem Diajukan Masuk Rekor MURI
Lumajang,( Jatim Rasionews.com) Tradisi Grebek Tumpeng Raksasa di Desa Kalidilem, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, bakal menghadirkan tumpeng berukuran tidak biasa.
Tumpeng setinggi sekitar 6 meter dengan bahan utama mencapai 6 kuintal beras tersebut menjadi salah satu daya tarik utama dalam kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 10–11 September 2026.
Tak hanya menjadi bagian dari tradisi masyarakat, tumpeng raksasa tersebut juga tengah diajukan untuk mendapatkan pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Camat Randuagung, Mawi Mujayanti, mengatakan persiapan tumpeng dilakukan dengan ukuran besar serta dilengkapi berbagai lauk-pauk dan sayuran yang menjadi bagian dari tradisi.
“Bahan untuk tumpeng beras sebanyak 6 kuintal, dengan lauk-pauk dan segala macam. Kemudian di bawah ada sayur-sayuran mentah. Jadi tumpeng itu nanti dibagikan kepada masyarakat dan pengunjung,” kata Mawi saat dikonfirmasi, Senin (31/8/2026).
- Advertisement -
Menurutnya, pengajuan rekor MURI dilakukan melalui Pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Provinsi Jawa Timur. Saat ini, proses pengajuan masih berlangsung.
“Tumpeng raksasa itu harapannya masuk rekor MURI. Jadi sudah proses, ini melalui pengurus PPDI Provinsi,” ujarnya.
Mawi menegaskan, upaya mendapatkan rekor tersebut bukan semata-mata untuk mengejar pencatatan. Lebih dari itu, keberadaan tumpeng raksasa diharapkan dapat menjadi sarana memperkenalkan tradisi, kreativitas, serta potensi masyarakat Randuagung kepada masyarakat yang lebih luas.
- Advertisement -
“Harapannya kegiatan ini bisa membawa nama Kecamatan Randuagung atau Lumajang. Apabila memang bisa sesuai harapan masuk rekor MURI, ya alhamdulillah,” ungkapnya.
Grebek Tumpeng Raksasa digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.
Selama dua hari pelaksanaan, masyarakat dan pengunjung akan disuguhkan berbagai kegiatan yang memadukan tradisi keagamaan, seni budaya, serta hiburan rakyat.
Pada Kamis (10/9/2026), rangkaian kegiatan dijadwalkan diawali dengan gelar tumpeng raksasa. Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan hadrah, selawat, istighosah, lantunan lagu religi hingga pesta kembang api.
Sementara pada Jumat (11/9/2026), kegiatan dilanjutkan dengan pawai reog, pentas seni budaya, penyambutan tamu undangan, doa bersama dan hiburan rakyat.
Setelah prosesi grebek, tumpeng raksasa tersebut nantinya akan dibagikan kepada masyarakat dan pengunjung. Pembagian tersebut menjadi bagian penting dari tradisi karena masyarakat dapat menikmati hasil tumpeng secara bersama-sama.
Selain menjadi daya tarik utama, rangkaian kegiatan Grebek Tumpeng Raksasa juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kesenian dan tradisi lokal kepada generasi muda.
Kehadiran pawai reog dan pentas seni budaya diharapkan dapat menjaga keberlangsungan kesenian daerah di tengah perkembangan zaman.
Ramainya pengunjung selama kegiatan juga diharapkan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha masyarakat sekitar. Pedagang makanan, minuman, produk lokal hingga sektor jasa berpeluang mendapatkan manfaat dari meningkatnya aktivitas masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Dengan menggabungkan tradisi, religi, seni budaya dan kreativitas masyarakat, Grebek Tumpeng Raksasa di Desa Kalidilem diharapkan tidak hanya menjadi agenda perayaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan sekaligus memperkenalkan potensi Kecamatan Randuagung dan Kabupaten Lumajang.
Jika seluruh persyaratan pengajuan terpenuhi, tumpeng setinggi 6 meter dengan bahan sekitar 6 kuintal beras tersebut diharapkan mampu mencatatkan nama Randuagung dan Lumajang dalam rekor MURI.***
(Kib)



