Musisi Asal Lumajang Cak Takim Kenalkan Lagu Bertema Kehidupan Sopir
Lumajang, (Jatim Rasionews.com ) Musisi asal Kabupaten Lumajang, Cak Takim, mulai memperkenalkan karya musik perdananya yang mengangkat tema kehidupan para sopir.
Cak Takim merupakan putra asli Desa Denok, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang. Pria kelahiran 1991 tersebut menjadikan profesi sopir sebagai salah satu inspirasi dalam menciptakan karya musik. Sabtu (29/8/2026melalui kanal YouTube GSI Entertainment.
Dalam wawancara, Cak Takim mengatakan lagu tersebut tidak hanya ditunjukan bagi komunitas sopir, tetapi diharapkan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
“Inginnya semua kalangan. Memang temanya tentang sopir, tetapi targetnya semua kalangan,” ujar Cak Takim.
Menurutnya, lagu tersebut juga membawa pesan agar para sopir menjalani kehidupan dan pekerjaannya dengan baik, bertanggung jawab, serta tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
- Advertisement -
“Pesannya, kehidupan sopir itu jangan sampai main-main. Harus lempeng, harus lurus, jangan main-main,” katanya.
Sementara itu, Direktur GSI Entertainment., Robi, mengatakan promosi karya perdana Cak Takim untuk sementara difokuskan di wilayah Jawa Timur sebelum menyasar pasar nasional.
“Untuk awal ini kita fokusnya justru di Jawa Timur dulu untuk mempromosikan karya pertama tulisan Cak Takim, lagu sopir ini,” jelas Robi.
- Advertisement -
Ia menyebut sejumlah strategi promosi telah dipersiapkan, di antaranya menggandeng influencer dan media. Pihaknya juga melibatkan masyarakat Lumajang serta komunitas sopir yang selama ini menjadi bagian dari lingkungan Cak Takim.
“Kita sudah mempersiapkan kerja sama dengan banyak influencer dan media-media untuk mengangkat lagu ini. Kemudian kerja sama dengan masyarakat, khususnya di Lumajang, dan teman-teman Cak Takim di komunitas sopirnya,” ungkapnya.
Direktur (GSP )Graha Suara Publishing, Yuski Hamdan , menambahkan bahwa keberadaan GSP diharapkan menjadi jembatan bagi anak-anak muda, khususnya musisi Lumajang, agar karya mereka dapat berkembang dan menembus pasar nasional.
Menurut Yuski, banyak musisi Lumajang yang telah berkarya dan bermain musik, namun masih membutuhkan wadah serta dukungan untuk memperluas jangkauan karyanya.
“GSI sama GSP ini akan menjadi jembatan untuk anak-anak muda, khususnya musisi Lumajang, biar karyanya itu bisa sampai nasional,” kata Yuski.
Ia menegaskan, GSI dan GSP akan memberikan dukungan melalui perusahaan yang telah memiliki legalitas, sehingga diharapkan dapat menjadi wadah yang lebih serius bagi para musisi lokal.
Dengan mengangkat kehidupan sopir sebagai tema serta membawa pesan tentang pentingnya menjalani kehidupan secara lurus dan bertanggung jawab.
Karya Cak Takim diharapkan mampu diterima masyarakat luas sekaligus menjadi langkah awal bagi musisi Lumajang untuk semakin dikenal di tingkat regional hingga nasional.***
(Kib)



