Kebakaran Hutan di Kawasan TNBTS Lumajang, Setengah Hektare Lahan Terbakar
Lumajang, (Jatim Rasionews.com) Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di wilayah Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (25/8/2026).
Kebakaran dilaporkan terjadi di dua titik, yakni Blok Curah Potong dan Blok Po’oh Tengah.
Berdasarkan pendataan sementara, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar setengah hektare.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan titik api pertama terdeteksi di Blok Curah Potong sekitar pukul 10.00 WIB.
“Begitu mendapatkan informasi adanya kebakaran, TNBTS bersama BPBD Lumajang dan tim gabungan langsung melakukan penanganan di lokasi,” kata Isnugroho.
- Advertisement -
Menurutnya, proses pemadaman di Blok Curah Potong berlangsung hingga sekitar pukul 12.15 WIB. Setelah dilakukan penanganan bersama, titik api berhasil dipadamkan.
Namun, tidak lama kemudian kembali terdeteksi adanya titik asap dan api di Blok Po’oh Tengah.
Tim gabungan kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api merambat ke kawasan lain.
- Advertisement -
“Setelah dilakukan pemadaman secara bersama-sama, titik api di Blok Po’oh Tengah berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.20 WIB,” ujarnya.
Isnugroho menjelaskan, proses penanganan kebakaran di kawasan tersebut menghadapi kendala berupa akses menuju titik api yang cukup sulit.
Petugas harus berjalan kaki menerobos semak untuk mencapai lokasi kebakaran.
“Kendalanya akses menuju titik api. Petugas harus berjalan kaki menerobos semak untuk bisa sampai ke lokasi,” jelasnya.
Dalam penanganan tersebut, BPBD Kabupaten Lumajang bersama TNBTS melibatkan unsur TNI, Polri dan tim gabungan lainnya.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tidak muncul kembali titik api.
“Pemantauan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi, mengingat saat ini kondisi kemarau dan vegetasi di kawasan hutan cukup mudah terbakar,” tutur Isnugroho.
Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penelusuran pihak TNBTS. BPBD Lumajang belum dapat memastikan sumber awal munculnya api.
Isnugroho mengimbau masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan, agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya.
BPBD Kabupaten Lumajang bersama TNBTS, TNI, Polri dan seluruh unsur terkait akan terus melakukan pemantauan di kawasan Ranupani untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.***
(Kib)



