Kepala Sekolah Ungkap Kronologi Dugaan Penganiayaan Siswa Berujung Maut
Lumajang, Jatim Rasionews.com | Kepala SMP PGRI Sukodono, Yunita Wahyuningsih, mengungkap kronologi dugaan penganiayaan yang dialami Ilham,(16) Desa Jatisari Kecamatan Kedungjajang seorang siswa yang kemudian meninggal dunia.
Menurut keterangan pihak sekolah, peristiwa tersebut bermula dari persoalan sepele di lingkungan sekolah sebelum berkembang menjadi dugaan tindak kekerasan.
Yunita menjelaskan, perselisihan bermula dari kesalahpahaman terkait sampah yang diduga dibuang oleh korban berinisial I. Kesalahpahaman itu kemudian memicu adu mulut dengan siswa berinisial D hingga diduga berujung pada aksi pemukulan.
“Awalnya hanya persoalan kecil mengenai sampah. Dari situ terjadi bantah yang kemudian berlanjut menjadi dugaan pemukulan,” ujar Yunita saat ditemui awak media.Rabu (1/7/2026)
Usai insiden tersebut, korban langsung mendatangi ruang kepala sekolah untuk melaporkan kejadian yang dialaminya. Pada waktu yang hampir bersamaan, kakak korban juga menghubungi Yunita melalui aplikasi WhatsApp untuk menanyakan kondisi adiknya.
- Advertisement -
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak sekolah segera mengambil langkah dengan memanggil orang tua kedua siswa yang terlibat. Selain itu, seorang siswa berinisial A yang mengetahui kejadian juga dimintai keterangan dan dihadirkan dalam proses mediasi di sekolah.
Menurut Yunita, suasana mediasi berlangsung cukup tegang karena siswa berinisial D yang diduga melakukan pemukulan masih menunjukkan sikap emosional.
“Pada saat mediasi masih terjadi adu argumen. Saya melihat inisial D masih temperamen dan sempat membantah. Saya menegurnya karena orang tua kedua belah pihak sudah hadir. Bahkan kakak korban juga saya hubungi melalui video call agar mengetahui proses mediasi,” ungkap Yunita.
- Advertisement -
Dalam mediasi tersebut, ibu korban berharap persoalan di lingkungan sekolah tidak lagi diselesaikan dengan tindakan kekerasan.
“Apa pun masalahnya jangan memukul anak saya. Saya sendiri sebagai orang tua tidak pernah memukul anak saya,” kata Yunita menirukan penyampaian ibu korban saat mediasi.
Yunita menegaskan, pihak sekolah telah berupaya menangani persoalan tersebut sesuai prosedur dengan mempertemukan kedua belah pihak beserta orang tua masing-masing untuk mencari penyelesaian secara kekeluargaan. Namun, setelah kejadian tersebut kondisi korban memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.
Kasus dugaan penganiayaan terhadap korban kini telah ditangani oleh pihak kepolisian. Aparat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, serta keterangan para saksi.
Sementara itu, terduga pelaku berinisial D telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hingga kini, penyidik masih mendalami perkara tersebut




