SPPG Gedangmas Resmi Beroperasi, Program MBG Targetkan 2.500 Penerima Manfaat
Jatim Rasionews.com Lumajang | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) resmi mulai beroperasi di Desa Gedangmas, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Selasa (6/1/2026). Kegiatan pembukaan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini pada tahap awal melayani sekitar 2.500 penerima manfaat yaitu Desa Gedangmas,Desa salak dan akan terus dievaluasi untuk pengembangan selanjutnya. selasa (6/1/2026)
Pembukaan program MBG tersebut dihadiri Camat Randuagung, Kepala Desa Gedangmas, Danramil, Babinsa, Bhabinkamtibmas, kepala sekolah, Ketua Yayasan, tokoh masyarakat, serta relawan MBG. Kehadiran unsur pemerintahan, TNI-Polri, dan masyarakat menjadi bentuk dukungan terhadap program nasional peningkatan gizi.
Ketua Yayasan Berkah Insan Muda Lumajang, Danar Indra Kusuma Sukacara, menjelaskan bahwa SPPG Gedangmas 01 telah mulai berjalan meski masih menunggu proses pencairan anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Hari ini kami mulai menjalankan layanan. Untuk pendanaan masih menunggu dari BGN, namun pelaksanaan tetap berjalan dengan mengutamakan kualitas makanan dan pelayanan,” ujarnya.
Danar mengungkapkan, penerima manfaat MBG mencakup dua desa, yakni Desa Gedangmas dan desa sekitarnya. Sasaran program meliputi peserta didik PAUD, TK, SD, SMP, SMA, madrasah, pondok pesantren, serta kelompok B3 yang terdiri dari ibu hamil dan ibu menyusui.
- Advertisement -
“Sesuai petunjuk teknis dari BGN, kapasitas maksimal penerima manfaat mencapai 2.500 peserta didik, termasuk guru dan tenaga pendidik, serta sekitar 500 penerima dari kelompok B3. Kualitas makanan, khususnya bagi kelompok B3, menjadi perhatian utama kami,” jelasnya.
Dalam pengelolaan limbah dapur, MBG Gedangmas 01 telah bekerja sama dengan TPS 3R Randuagung. Sampah dari aktivitas dapur MBG akan diangkut secara rutin setiap hari guna menjaga kebersihan dan lingkungan sekitar.
Untuk mengantisipasi risiko keracunan makanan, pihaknya juga meminta kerja sama dari sekolah-sekolah penerima manfaat.
- Advertisement -
“Kami berharap sekolah dapat memberikan data siswa secara rinci, termasuk informasi alergi makanan. Data tersebut sangat penting sebagai acuan pengolahan makanan di dapur,” tambah Danar.
Sementara itu, pendistribusian makanan kering dijadwalkan setiap hari Jumat untuk konsumsi hari Sabtu. Menu yang disiapkan berupa roti dan makanan substitusi lain yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi penerima.
Dengan dukungan dan sinergi seluruh pihak, program MBG di Desa Gedangmas diharapkan dapat berjalan optimal serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan gizi peserta didik dan kelompok rentan di wilayah tersebut.
(Kib)




