Popkab Lumajang 2026 Jadi Ajang Seleksi Atlet Pelajar Menuju POPDA Jawa Timur
LUMAJANG, Jatim Rasionews.com | Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (Popkab) Lumajang 2026 tidak hanya menjadi arena kompetisi bagi pelajar, tetapi juga menjadi wadah penjaringan atlet terbaik yang akan dipersiapkan menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Timur. Meski digelar dengan keterbatasan anggaran, antusiasme peserta dari seluruh kecamatan tetap tinggi.Rabu (24/6/2026)
Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lumajang, Ahmad Rofik, S.Pd., M.PPd., menjelaskan bahwa jumlah peserta yang terlibat dalam Popkab tahun ini mencapai ratusan atlet.“Total atlet yang mengikuti sebanyak 344 orang. Itu atlet saja. Kalau ditambah official sekitar dua orang per kecamatan, total keseluruhannya kurang lebih mencapai 380 orang,” kata Ahmad Rofik.
Ia menyebutkan, terdapat enam cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Popkab 2026, yakni taekwondo, atletik, renang, karate, panahan, dan sepak takraw.
“Untuk Popkab tahun ini ada enam cabang olahraga yang dipertandingkan, yaitu taekwondo, atletik, renang, karate, panahan, dan sepak takraw,” ujarnya.
Menurutnya, jumlah cabang olahraga tersebut lebih sedikit dibandingkan rencana penyelenggaraan sebelum pandemi Covid-19. Pada tahun 2020, Popkab sempat dirancang mempertandingkan hingga 12 cabang olahraga.
- Advertisement -
“Perbedaannya dengan sebelumnya, pada tahun 2020 sebelum Covid kami sempat merencanakan sekitar 12 cabang olahraga karena anggarannya lebih besar. Sekarang anggaran yang tersedia lebih terbatas sehingga hanya enam cabang yang bisa dipertandingkan,” jelasnya.
Terkait pendanaan, Ahmad Rofik mengakui bahwa pelaksanaan Popkab tahun ini berlangsung dengan anggaran yang relatif terbatas. Untuk pelaksanaan kegiatan, tersedia anggaran sekitar Rp89 juta yang digunakan untuk berbagai kebutuhan teknis pertandingan.

“Anggaran yang tersedia sekitar Rp89 juta. Itu digunakan untuk pembiayaan wasit, peralatan, konsumsi, dan kebutuhan lainnya. Sedangkan di tingkat kecamatan anggarannya juga tidak besar, sekitar Rp10 sampai Rp15 juta,” ungkapnya.
Kendati demikian, keterbatasan anggaran tidak mengurangi semangat kecamatan dalam mengirimkan atlet terbaik mereka untuk berlaga.
“Alhamdulillah, meskipun anggarannya tidak besar, semangat dari kecamatan sangat tinggi. Mereka tetap antusias mengirimkan atlet-atletnya untuk mengikuti Popkab,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa setiap kecamatan di Lumajang memiliki cabang olahraga unggulan yang berbeda-beda. Potensi tersebut menjadi modal penting dalam pembinaan atlet pelajar di daerah.
“Setiap kecamatan memiliki keunggulan masing-masing. Ada yang unggul di sepak takraw, ada yang kuat di renang, dan cabang lainnya. Potensi-potensi itu yang terus kami dorong untuk berkembang,” katanya.
Dispora Lumajang berharap Popkab dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana pembinaan atlet muda. Ahmad Rofik juga mengusulkan agar kegiatan olahraga pelajar dapat disinergikan dengan program lain sehingga pelaksanaannya lebih efektif dan efisien.
“Harapan kami Popkab tetap bisa terselenggara setiap tahun. Mungkin ke depan kegiatan olahraga pelajar dapat disatukan dengan program lain agar lebih efisien, tidak terpecah, dan pembinaan atlet tetap berjalan optimal meski dengan keterbatasan anggaran,” pungkasnya.
Rokib




