Nyaris Celaka! Rem Blong Truk Diamankan di Jembatan Timbang Pasirian Saat Operasi Patuh Semeru 2026
Lumajang, (Jatim Rasionews.com) Momen menegangkan terjadi pada hari kedua Operasi Patuh Semeru 2026 di Kabupaten Lumajang. Sebuah truk angkutan barang nyaris membahayakan pengguna jalan lain setelah kedapatan rem kurang pakem saat terjaring ramp check di Jembatan Timbang Madurejo, Kecamatan Pasirian, Selasa (27/10/2026) sore.
Truk tersebut langsung diamankan petugas gabungan. Selain temuan rem blong tersebut, petugas juga menindak 4 pelanggaran administrasi kendaraan dan memeriksa kesehatan puluhan sopir.
Operasi gabungan ini dilaksanakan oleh Satlantas Polres Lumajang bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lumajang, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Tim Kesehatan Polres Lumajang.
Pemeriksaan dilakukan secara komprehensif, menyasar tiga hal utama: kelengkapan administrasi, kelaikan teknis kendaraan, dan kondisi kesehatan pengemudi.
Kaur Bin Ops (KBO) Laka Lantas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, menegaskan bahwa hari kedua operasi difokuskan pada kendaraan angkutan barang yang selama ini menjadi salah satu penyumbang kecelakaan lalu lintas.
“Untuk hari ini, kami melaksanakan pemeriksaan, terutama terhadap kendaraan angkutan barang. Kegiatan dilakukan di Jembatan Timbang Madurejo,” ujar Ipda Suprapto di lokasi.
Dari hasil pemeriksaan administrasi, petugas menindak 4 pelanggaran. Rinciannya, 3 pelanggaran terkait Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan 1 pelanggaran terkait dokumen kendaraan bermotor lainnya yang tidak lengkap.
Insiden paling menarik terjadi saat petugas Dishub melakukan uji kelaikan teknis. Satu unit truk angkutan barang ditemukan dalam kondisi pengereman yang bermasalah atau kurang pakem.
“Dari hasil pemeriksaan, ditemukan kendaraan dengan kondisi rem bermasalah atau kurang pakem. Hal ini tentu membahayakan, baik bagi pengemudi maupun pengguna jalan lainnya. Karena itu, kendaraan kami amankan dan pengemudinya kami imbau segera melakukan perbaikan sebelum kembali beroperasi,” jelasnya.
Kendaraan tersebut kemudian diamankan dan dilarang melanjutkan perjalanan sebelum dilakukan perbaikan total pada sistem pengereman.
Tidak hanya kendaraan, kondisi pengemudi juga menjadi atensi. Petugas gabungan melakukan pengecekan kesehatan dan tes urine terhadap 10 pengemudi truk yang melintas.
Hasilnya melegakan, seluruh pengemudi dinyatakan negatif narkoba dan dalam kondisi laik untuk mengemudi.
“Untuk pemeriksaan urine, ada 10 pengemudi yang kami periksa dan Alhamdulillah seluruhnya menunjukkan hasil negatif,” pungkas Ipda Suprapto.**(Kib)




