Merawat Masa Depan dari Secangkir Robusta Senduro
LUMAJANG , Jatim Rasionews.com | Di lereng Gunung Semeru, kopi bukan sekadar minuman yang disajikan di atas meja. Ia adalah hasil perjalanan panjang yang dimulai dari kebun-kebun milik petani, dari tanah pegunungan yang subur, dari buah kopi yang dipetik dengan ketelatenan, hingga akhirnya diseduh menjadi secangkir robusta yang kaya cita rasa.
Kesadaran akan pentingnya memahami perjalanan kopi inilah yang melatarbelakangi kegiatan Edukasi Pengolahan Kopi Robusta Senduro yang digelar Djodog Kaffe di Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Sebanyak 30 peserta dari komunitas Karang Werda Sehat Bahagia Tegal Besar, Jember, hadir untuk mengenal lebih dekat proses pengolahan kopi sekaligus potensi ekonomi yang terkandung di dalamnya.
Owner Djodog Kaffe, Riki, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana berbagi pengetahuan mengenai kopi, mulai dari proses produksi hingga strategi pemasaran produk lokal.
“Kegiatan ini berisi edukasi kopi, testimoni pembuatan kopi, pengenalan produk kopi Djodog Kaffe dan target pemasarannya. Kemudian dilanjutkan minum kopi bersama serta belanja produk kopi robusta Senduro,” ujar Riki, Minggu (21/6/2026).
Menurutnya, kualitas kopi tidak hanya ditentukan saat proses penyeduhan, tetapi dibangun sejak tahap awal budidaya dan pascapanen. Mulai dari pemilihan buah yang matang, proses pengeringan, penyimpanan, penyangraian, hingga teknik penyeduhan menjadi faktor penting yang menentukan karakter rasa kopi.
- Advertisement -
Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa kopi yang mereka nikmati memiliki proses panjang yang melibatkan kerja keras petani, pengolah, hingga pelaku usaha kopi lokal. Dengan demikian, kopi tidak hanya dipandang sebagai produk konsumsi, melainkan juga sebagai bagian dari identitas dan potensi ekonomi daerah.
Senduro sendiri dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kopi robusta di Kabupaten Lumajang. Kawasan yang berada di lereng Semeru itu memiliki kondisi geografis yang mendukung pertumbuhan tanaman kopi, sehingga menghasilkan biji kopi dengan karakter khas yang mulai dikenal di berbagai daerah.
Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang mencatat produksi kopi robusta pada tahun 2025 mencapai 1.832,29 ton dari luas areal sekitar 4.003,70 hektare. Angka tersebut menunjukkan bahwa kopi masih menjadi salah satu komoditas perkebunan penting yang menopang perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah dataran tinggi.
- Advertisement -
Namun demikian, Riki menilai tantangan utama yang dihadapi kopi lokal saat ini tidak hanya terletak pada produksi, melainkan juga pada perluasan pasar dan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap kualitas kopi daerah.
“Karena itu, edukasi kepada masyarakat sangat penting agar semakin banyak orang memahami nilai tambah yang dimiliki kopi lokal,” katanya.
Ia menambahkan, ketika masyarakat mulai memahami proses dan kualitas kopi, maka mereka tidak hanya membeli sebuah produk, tetapi juga menghargai kerja keras petani dan seluruh rantai produksi yang ada di belakangnya. Kondisi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai jual sekaligus memperkuat posisi kopi lokal di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Ke depan, Djodog Kaffe juga berencana memperluas kegiatan edukasi dengan menyasar kalangan pelajar dan mahasiswa di Lumajang. Program workshop gratis akan diperuntukkan bagi siswa kelas XII SMA, SMK, serta mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi.
“Ke depan, kami berencana mengadakan workshop gratis yang menyasar siswa kelas XII SMA, SMK, serta mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Lumajang,” ungkap Riki.
Program tersebut diharapkan dapat membuka wawasan generasi muda mengenai luasnya peluang di industri kopi. Tidak hanya sebagai petani, tetapi juga sebagai barista, roaster, pengelola usaha, tenaga pemasaran, hingga pengembang wisata berbasis kopi.
Melalui langkah-langkah edukasi seperti ini, kopi robusta Senduro tidak hanya dipromosikan sebagai komoditas perkebunan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun nilai tambah, memperkuat ekonomi lokal,dan menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat di lereng Semeru. Dari secangkir kopi yang diseduh perlahan, tumbuh harapan agar produk lokal mampu menjadi kebanggaan daerah sekaligus sumber kesejahteraan bagi generasi mendatang.
Rokib




