Jatim.Rasionews.com|Banyuwangi. Gelombang kritik terus mengalir pasca penangkapan oknum Anggota DPRD Banyuwangi sekaligus Bendahara DPC Partai Gerindra Banyuwangi berinisial ADR yang tertangkap tangan menggunakan narkoba di sebuah hotel di Surabaya. 15/10/26
Aktivis muda Banyuwangi, Rio Utomo, menyuarakan keprihatinannya dan menilai tindakan oknum wakil rakyat tersebut telah mencoreng serta melukai hati masyarakat Banyuwangi. Menurutnya, ulah oknum tersebut secara jelas mengangkangi marwah lembaga legislatif yang seharusnya menjadi teladan bagi publik.
Namun, Rio menekankan bahwa hal yang tak kalah krusial dan patut dipertanyakan masyarakat saat ini adalah alasan belum adanya sanksi pemecatan terhadap ADR dari kepengurusan maupun keanggotaan partai.
“Masyarakat harus tahu kenapa ADR tidak dipecat dari Gerindra, padahal jelas-jelas dia telah melukai hati rakyat Banyuwangi karena terbukti menggunakan narkoba,” tegas Rio Utomo dalam keterangannya.
Rio mengkritik keras dugaan adanya konflik kepentingan (conflict of interest) di internal pimpinan partai politik tingkat daerah tersebut. Ia menyoroti posisi Ketua DPC Partai Gerindra Banyuwangi yang juga menjabat sebagai Anggota DPR RI, di mana yang bersangkutan memiliki hubungan keluarga yaitu sebagai paman dari ADR.
“Di sini kita melihat Ketua Partainya adalah pamannya sendiri. Seharusnya paman (Ketua DPC) dapat bersikap objektif dan tegas, jangan karena ADR adalah keponakannya sehingga terkesan melindungi,” lanjut Rio.
Ia bahkan menyindir struktur kepengurusan tersebut yang dinilainya mengarah pada praktik politik kekeluargaan.
“Jadi terkesan seperti partai keluarga Ketua Partainya pamannya, lalu Bendahara Partainya keponakan yang tertangkap pakai narkoba. Padahal selain Bendahara Partai, ADR juga menjabat sebagai wakil rakyat di DPRD Banyuwangi dari Fraksi Gerindra,” tambahnya.
Pewarta. Kin.




